<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896</id><updated>2011-04-21T16:19:54.501-07:00</updated><title type='text'>ISLAMSPIRIT</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-8930821251690210974</id><published>2008-12-24T06:53:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T06:56:17.135-08:00</updated><title type='text'>ADA APA DENGAN TAHUN BARU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SVJNJYg1r_I/AAAAAAAAAHo/if1UHjTDjT4/s1600-h/lon2009.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SVJNJYg1r_I/AAAAAAAAAHo/if1UHjTDjT4/s400/lon2009.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283370136453361650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tret..tet…Eit.. ini bukan Suporter Bonek Persebaya yang punya gawe. Tapi itu adalah bunyi kendaraan yang meraung-raung di jalan raya sambil membuyikan klakson dan terompet. Yap…perayaan tahun baru alias New Year Party barusan digebyar. Tahun 2008 berlalu sudah, sedangkan 2009 menanti di ambang pintu. Banyak sobat kita pun yang larut dalam suasana tahun baru, yang memang nggak jelas asal-usulnya, tapi yang pasti nggak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;Bukan sulap bukan sihir, Mulai dari Indonesia hingga Amerika, semua orang berpesta menyambut tahun baru. Nggak jelas apa tujuannya. Yang pasti bukan kenduri atau selamatan sunatannya anak tetangga sebelah. He..he…&lt;br /&gt;Sepertinya nggak bosen-bosen, saudara kita yang lagi ‘in’ bertahun baruan ngikuti dengan khusyuk acara yang ada. Dijamin, nggak kalah khusyuknya dengan orang lapar yang lagi makan. Lahap amat…ngeliatin aja udah kenyang. Glek!! Klop pula ama sobat kita tadi. Nggak peduli berapa lembar doku yang bakal dia keluarkan dari dompet, bensin motor yang dihabiskan, angin dingin menusuk diri, keringat yang bercucuran, darah yang mengalir, asal bisa ikut acara tahun baru. Berkorban nih ye….&lt;br /&gt;Sayangnya, jiwa berkorban yang dia miliki tadi nggak lagi matching ama kebesaran jiwa yang dia punyai. Banyak diantara sobat kita yang dengan asyiknya mengikuti perayaan tahun baru alias new year dengan sebuah ritual yang aneh menurut akal sehat manusia. Kecuali, memang yang ikutan pikirannya lagi korsleting. Padahal, acara yang sama digelar tiap tahunnya. Umpama seseorang nggak bisa join ama acara itu tahun ini, dia bisa join dengan tajuk yang nggak jauh berbeda tahun depan. Artinya, acara tahun baru dari tahun ke tahun selalu tetep sama. Nggak punya format lain. Paling banter kumpul-kumpul lihatin jam dinding, kalo udah pas jam 12 tengah malam, maka semua orang yang ada di forum itu bakal bersorak kegirangan. Tuh aneh kan, liat jam bunyi aja senengnya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bercermin Dari Masa Lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sobat, pasti kamu udah seringkali bercermin di depan kaca. Misalnya, sebelum kalian berangkat “ngampus”. Kaca pasti udah jadi sobat sejati kita. Miring ke kanan, ke kiri, ngeliatin bagian mana yang perlu dipermak dan mana yang bakal dikurangin. Kaca enggak bakal bo’ong. Hidung kamu kalo udah melesat ke dalam, ya emang segitu, nggak akan berbeda dengan aslinya. Nah…bukankah itu kudu jadi sebuah pelajaran berharga. Kita berkaca agar terlihat bagian mana dari kerapian diri kita yang kurang, agar diperbaiki dan siap menghadapi even selanjutnya. Demikian pula dengan bergantinya tahun. Jangan kita anggap hal itu sebuah perayaan hura-hura, gone with the wind tanpa berkaca pada tahun yang lalu. Mungkin tahun 2007 udah berlalu, tapi inget fren, hasil kita di tahun itu adalah modal kita di tahun selanjutnya. Kalo pas generasi muda kita di tahun 2008 udah sekelas Al Capone (mafia Amrik asal Chicago yang untouchable), bisa-bisa generasi kita tahun 2009 bakal menjadi generasi biang selevel tentara Amerika yang ngebom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II. Aduh biyung ciloko tenan.&lt;br /&gt;Ternyata, setelah rapor pergantian tahun diserahkan ke negeri kita. Cukup mencengangkan! Gimana tidak? Masyarakat yang bersuka ria dengan perayaan tahun baru, dan punya keinginan happy ending, eh..eh ujung-ujungnya nggak cocok dengan segudang nilai merah di rapor. Inilah yang harus bikin kita menundukkan kepala…malu sih.&lt;br /&gt;Di bidang sosial, slogan yang pernah nampang di televisi dan diobral kemana-mana, menyuarakan bahwa tahun 2008 adalah tahun dimana negeri kita ini hengkang dari praktek korupsi n kolusi. Slogan hanyalah slogan. Weleh-weleh…&lt;br /&gt;Ibarat udah jatuh ketimpa tangga dan genteng. Malang bener nasib negeri kita. Maraknya perayaan tahun baru nggak sebanding dengan penderitaan generasi baru yang akan melanjutkan pembangunan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lupa Diri, Lupa Daratan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita semua udah pada ngerti kalo acara tahun baru dan segala macam formalitasnya, hanyalah acara rutin yang nggak punya tujuan. Bukan perintah dari Allah lewat Al Qur’an dan juga bukan ajaran Rasulullah lewat haditsnya. Tapi asal muasalnya nggak ngerti siapa yang memerintahkan. Yang pasti bukan dari golongan umat Islam dan secara benarnya itu bukan acara yang Islami. Tentunya, yang membikin acara nggak karuan tadi adalah orang-orang yang nggak seneng sama Islam dan ummatnya. Nggak suka kalo aturan Islam tegak, dan benci kalo ummat Islam cinta pada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Sebenarnya, kalo kita mau jujur, kita udah 100% bosen dengan acara tahun baru yang sama setiap tahunnya. Tapi herannya, para pengikut budaya tahun baru dan perayaannya semakin bertambah dari waktu ke waktu. Padahal nggak jarang diantara mereka yang muslim, ketika ditanya mengenai ibadah sholat, puasa dan sebagainya, mereka pasti udah bilang bosen. Boring ama ceramah-ceramah agama dan suntuk dengan segala tetek bengek ritualitas Islam. Alasannya, ritual Islam bikin juteg dan bete. Menyedihkan. Sedangkan ritual tahun baru dianggap sebagai hal yang bisa bikin diri gembira dan ceria. Kumpul bareng temen, jalan-jalan keliling kota, sejatinya hanyalah sebuah perbuatan kesenangan yang semu. Fatamorgana tuh…&lt;br /&gt;Nggak ngerti sampe dimana sih kita mampu berpikir jernih. Di sekeliling kita udah jelas fakta-fakta kelam yang akan membuat kita geleng-geleng kepala. Remaja kita nggak punya pegangan hidup, mungkin punyanya cuma pegangan pintu. Tapi aneh bin ajaib, seakan akan dengan perayaan tahun baru itu hatinya jadi tentram, dan semua masalahnya hilang. Habis minum obat tidur atau apa, kita nggak ngerti, yang jelas tantangan yang mereka hadapi serasa lenyap dari pandangan. Walau sebenarnya masalah itu tetap menggunung di depan wajah kita, dan butuh penyelesaian bukannya perayaan tahun baru. Gitu lo Mas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belajar dan Bertindak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Budaya tahun baru udah jadi tradisi bagai nasi tanpa lauk. Hingar-bingar tahun baru bukanlah sebuah ukuran kalo kita udah lepas dari setiap masalah. Tahun baru adalah momen untuk berubah dan memperbaiki diri. Selayaknya kita sebagai muslim memperingatinya dengan mengoreksi alias muhasabah atas segala sesuatu yang kita perbuat tahun lalu. Udah beres atau nggak, udah fix atau tidak. Kalo nggak, saatnya berbenah sebelum semuanya telat. Dan kalo sudah, jangan cepet berbangga karena mempertahankan lebih susah daripada memperbaiki. Gimana caranya? Kita punya sedikit masukan, mungkin singkat tapi berharga:&lt;br /&gt;1. Nggak akan melakukan kesalahan yang sama&lt;br /&gt;Orang yang pintar nggak akan terjerumus ke lubang yang sama dua kali. Nggak tahu kalo 6 kali…ups nggak kok. Artinya selama  kita punya akal dan mampu berpikir, kita kudu mikir dikitlah sebelum berbuat. Contohnya kita ikut terus-terusan acara tahun baruan, padahal di sisi-sisinya nampak jelas kemaksiatan. Jangan sampai kesalahan yang udah pernah kita lakukan, kita lakukan lagi untuk kedua kalinya, di tempat yang sama pula. Ingat lho semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan. “Siapa saja yang berbuat kejahatan sekalipun sebesar zarrah (biji sawi), dia akan dimintai pertanggungjawaban.” (TQS. Al Zalzalah 7-8).&lt;br /&gt;2. Kembali kepada Islam dan aturannya&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (TQS. Adz Dzariyat: 56). Kalo kita udah ngerti ayat tadi, kita kudu merubah pandangan kita selama ini tentang Islam. Rubah semua yang juteg-juteg itu menjadi menyenangkan. Kalo kita selama ini memahami Islam hanya sebatas ibadah ritual, itu kudu dibuang jauh-jauh melewati angkasa. Islam mampu ngatasi masalah seperti yang muncul dan diungkapkan tadi di atas. Kongkrit, nggak nambah dan nggak kurang. Why? Karena Islam adalah aturan yang diberikan Allah, yang menciptakan kita, dan Allah ngerti apa yang terbaik buat kita. So…go on.&lt;br /&gt;3. Berusaha memperbaiki keadaan yang ada&lt;br /&gt;Bukan lagi waktunya bagi kita untuk bertopang dagu. Malas bergerak. Tidur terkulai. Lemah gemulai dan semacamnya. Generasi muda identik dengan semangat. Kalo nggak semangat bukan generasi muda. Tentunya UKKI juga semangat pol…ciee. Bila kita udah mampu memahami Islam dengan mengkajinya secara benar, maka harus kita dakwahkan dan sampaikan. Jadikan itu aktivitas yang mulia, nggak usah ragu pasti Allah membalasnya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-8930821251690210974?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/8930821251690210974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=8930821251690210974' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/8930821251690210974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/8930821251690210974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/12/ada-apa-dengan-tahun-baru.html' title='ADA APA DENGAN TAHUN BARU'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SVJNJYg1r_I/AAAAAAAAAHo/if1UHjTDjT4/s72-c/lon2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-4560488236331235030</id><published>2008-12-14T09:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T09:38:55.938-08:00</updated><title type='text'>RAHASIA SI UNTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUVEbhUDmbI/AAAAAAAAAGQ/_4uIozj1pRg/s1600-h/sience2.png"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUVEbhUDmbI/AAAAAAAAAGQ/_4uIozj1pRg/s320/sience2.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279701377751423410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap terhadap peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu berharap kebaikan akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.&lt;br /&gt;Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap mulai menjadi si Untung?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-4560488236331235030?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/4560488236331235030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=4560488236331235030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/4560488236331235030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/4560488236331235030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/12/rahasia-si-untung.html' title='RAHASIA SI UNTUNG'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUVEbhUDmbI/AAAAAAAAAGQ/_4uIozj1pRg/s72-c/sience2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-3074529422124936520</id><published>2008-12-13T16:53:00.001-08:00</published><updated>2008-12-14T07:51:40.989-08:00</updated><title type='text'>4 ahad desember 2008 ada sambut muharam lho</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SURZ7_LIGpI/AAAAAAAAAFw/L-a4lEHxNjs/s1600-h/Picture1.png"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SURZ7_LIGpI/AAAAAAAAAFw/L-a4lEHxNjs/s320/Picture1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279443550290320018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERENTAK DI SELURUH INDONESIA&lt;br /&gt;so, rugi dunia wal akherat deg kalo ga ikut...&lt;br /&gt;INGAT MATI BIAR HIDUP LEBIH BERARTI&lt;br /&gt;everything what we can do, its must d best 4 my short live&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-3074529422124936520?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/3074529422124936520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=3074529422124936520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/3074529422124936520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/3074529422124936520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/12/4-ahad-ada-sambut-muharam.html' title='4 ahad desember 2008 ada sambut muharam lho'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SURZ7_LIGpI/AAAAAAAAAFw/L-a4lEHxNjs/s72-c/Picture1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-3963904964535111588</id><published>2008-12-13T15:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T15:59:18.208-08:00</updated><title type='text'>kapitalisme d "emplok" macan !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SURL9GuqqoI/AAAAAAAAAFo/ygpAXl3fEOQ/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SURL9GuqqoI/AAAAAAAAAFo/ygpAXl3fEOQ/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279428176335514242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]Bagi kaum sekular dan liberal di Barat, peradaban Kapitalisme dianggap peradaban yang paling hebat. Francis Fukuyama, pemikir Amerika asal Jepang, bahkan mengklaim dengan hancurnya komunisme awal 1990-an, peradaban Kapitalisme telah menjadi babak akhir sejarah (the end of history). (Usman, 2003:43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah kehancuran komunisme berarti kehebatan kapitalisme? Nanti dulu. Mantan Presiden AS Richard Nixon sendiri tak begitu yakin akan kemampuan kapitalisme. Dalam bukunya Seize the Moment, Nixon menceritakan pertemuannya dengan Presiden Soviet Kruschev. "Anak cucumu nanti akan hidup di bawah naungan komunisme," kata Kruschev kepada Nixon. Lalu Nixon menjawab,"Justru anak cucumu yang nanti akan hidup dalam kebebasan." Nixon pun berkomentar,"Saat itu aku yakin apa yang dikatakan Kruschev salah, tapi aku justru tak yakin dengan ucapanku sendiri." (Usman, 2003:46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, keruntuhan komunisme tidaklah otomatis berarti kapitalisme itu hebat. Karena sebenarnya kapitalisme tak kalah rusaknya dengan komunisme. Kerusakan kapitalisme inilah yang dibongkar total oleh Hamad Fahmi Thabib (Abu Al-Mu'tashim) dalam kitabnya Hatmiyah Inhidam Ar-Ra'sumaliyah Al-Gharbiyah (Keniscayaan Runtuhnya Kapitalisme Barat). "Kerusakan adalah tanda awal kehancuran," tegas beliau dalam kitabnya itu (h. 490). Kitab inilah yang akan kita telaah kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamad Fahmi Thabib sendiri, adalah seorang ulama dan pemikir Hizbut Tahrir dari Baitul Maqdis, Palestina. Di tanah yang penuh barakah itulah beliau menulis kitabnya tersebut tahun 2004, dengan tebal 502 halaman. Thabib juga dikenal dengan karya-karya lainnya yang cemerlang dan visioner, yaitu kitab Al-Mu’ahadat fi Asy-Syariah Al-Islamiyah (Hukum Perjanjian dalam Syariah Islam) (2002), dan kitab Al-Khilafah Ar-Rasyidah Al-Mau'udah wa At-Tahaddiyat (Khilafah Rasyidah yang Telah Dijanjikan dan Tantangan-Tantangannya) (Jakarta : HTI Press), 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Isi Kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabib melihat dengan penuh keprihatinan bahwa umat manusia terutama di Barat kini tengah hidup menderita di bawah cengkeraman kapitalisme. Dalam berbagai sistem kehidupannya, khususnya sistem politik, ekonomi, dan sosial, manusia gagal menikmati hidup yang sejahtera dan bahagia. Mereka mencari jalan menuju keselamatan (thariqu an-najah) namun tak tahu harus melangkah ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang melatarbelakangi Thabib menulis kitabnya Hatmiyah Inhidam Ar-Ra'sumaliyah Al-Gharbiyah. Dengan kitabnya itu Thabib bertujuan untuk membongkar kerusakan kapitalisme-demokrasi dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial, serta menunjukkan bahwa tidak ada lagi jalan selamat kecuali kembali kepada ideologi Islam. (h. 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penulisan Thabib untuk mencapai tujuannya itu cukup sistematik. Thabib mengkritik lebih dulu asas peradaban kapitalisme, yaitu ide sekularisme, sebelum mengkritik sistem-sistem kapitalis yang lahir dari asas itu, yaitu sistem politik, ekonomi, dan sosial. Thabib juga melakukan studi komparasi antara sistem-sistem kapitalis tersebut, dengan sistem-sistem selevel dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan metode itu, Thabib menjelaskan pikirannya dalam 3 (tiga) bab utama untuk menerangkan kerusakan kapitalisme, yaitu : Pertama, kerusakan sistem politiknya (h. 67-258). Kedua, kerusakan sistem ekonominya (h. 259-375). Ketiga, kerusakan sistem sosialnya (h. 376-488). Pada masing-masing bab, setelah menerangkan kerusakannya, Thabib secara kontras langsung membandingkan dengan sistem Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisme Sumber Kerusakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menerangkan kerusakan kapitalisme dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial, Thabib lebih dulu menerangkan sumber kerusakannya. Ibarat pohon, kapitalisme mempunyai akar tunggang yang menjadi sumber segala masalah, yaitu sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisme adalah paham rusak, karena tidak memuaskan akal dan tidak selaras dengan fitrah manusia (h. 30). Disebut tak memuaskan akal, karena sekularisme hanya jalan tengah (al-hall al-wasath) antara dua kutub ekstrem, yaitu ketundukan total pada dominasi Gereja di satu sisi dan penolakan total terhadap agama Katolik di sisi lain. Akhirnya, diambil jalan tengahnya sebagai hasil langkah pragmatis, bukan hasil proses berpikir yang masuk akal. Tunduk total pada Gereja tidak, menolak total agama Katolik juga tidak. Jadi agama tetap diakui keberadaannya, tapi hanya berfungsi di gereja, tidak boleh lagi berperan di sektor publik seperti politik, ekonomi, dan sosial sebagaimana di Abad Pertengahan (486 – 1453 M). Bangsa Eropa Kristen sudah kapok hidup terbelakang di abad-abad kegelapan itu, ketika Gereja membunuh 300 ribu ilmuwan, 32 ribu di antaranya dibakar hidup-hidup. (h.24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut tak sesuai fitrah, karena sekularisme telah menafikan naluri beragama (gharizah tadayyun), sebagai bagian dari fitrah manusia. Padahal naluri beragama secara natural mengakui kelemahan dan ketidakmampuan diri dalam mengatur kehidupan. Thabib lalu menegaskan,"Kerusakan pada asas yang mendasari kapitalisme Barat inilah yang membawa atau mengakibatkan rusaknya segala aspek kehidupan praktis manusia." (h. 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan Sistem Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem politik Barat adalah sistem rusak, baik politik dalam negeri maupun luar negerinya. Kerusakannya ada pada dua aspek : Pertama, pada sistemnya secara normatif (fikriyah); Kedua, pada praktiknya secara empiris (amaliyah). Sumber kerusakannya terpulang pada ide sekularisme, yang melenyapkan aspek spiritual (nahiyah ruhiyah) dalam politik dan hanya menonjolkan pertimbangan materi. (h. 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dalam negeri Barat, nampak dalam penerapan ide kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). Penerapan ketiga ide ini boleh dibilang tidak ada, atau kalaupun ada, sangat banyak kekangannya. Kebebasan beragama tidak dinikmati umat Islam secara wajar di Barat, karena mereka sering kali dilarang atau dibatasi untuk memiliki masjid. Bahkan di Perancis muslimah dilarang memakai kerudung. Kebebasan berperilaku juga banyak mengalami kekangan, misal ada UU yang melarang poligami (h. 80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai demokrasi, faktanya kedaulatan bukanlah di tangan rakyat, melainkan di tangan pemilik modal. Untuk menjadi anggota senat diperlukan biaya 427.117 dolar AS, dan untuk menduduki jabatan presiden perlu 500 miliar dolar AS (data 1989). Praktik HAM juga menjadi tanda tanya besar, karena dengan mekanisme pasar, hak dasar manusia (sandang, pangan, &amp;amp; papan), hanya dapat diakses oleh orang kaya, bukan orang miskin. (h. 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik luar negeri ala kapitalisme juga penuh kerusakan. Thabib menjelaskan bahwa politik luar negeri kapitalis dibangun atas dasar imperialisme --dalam segala bentuknya-- yang tak lepas dari karakter materialistik alias menghisap kekayaan. (h. 111). Imperialisme ini dapat berbentuk perang militer secara langsung untuk meraih hegemoni politik dan ekonomi, seperti yang dilancarkan AS di Panama, Irak, dan Afghanistan. Imperialisme dapat pula berbentuk penjajahan ekonomi melalui penguasaan moneter dan utang jangka panjang untuk menancapkan dominasi politik dan politik atas negeri yang berhutang. Dapat pula imperialisme itu berbentuk pengendalian lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan segenap organisasinya, atau berbentuk penyebaran ide-ide yang menyesatkan seperti globalisasi, WTO, dan perdagangan bebas. (h. 121). Imperialisme juga dilaksanakan melalui kaum liberal kaki tangan Barat untuk menyerang hukum-hukum Islam, seperti poligami, khitan perempuan, atau talak yang dianggap sebagai penindasan atas perempuan. (h. 126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerangkan kerusakan sistem politik Barat, Thabib kemudian menerangkan sistem politik yang benar, yaitu sistem politik Islam, baik politik dalam negeri maupun luar negerinya. (h. 166). Sistem politik Islam dibangun di atas dasar Aqidah Islamiyah, sehingga berbagai aturannya akan bersifat spiritual (ruhiyah), yaitu terkait dengan Allah SWT, terkait dengan pahala dan dosa. Sistem yang demikian akan menentukan makna kebahagiaan bagi individu. Orang akan bahagia saat merasa telah mentaati Allah dan merasa mendapat pahala. Sebaliknya orang akan merasa khawatir saat berbuat maksiat kepada Allah dan merasa mendapat dosa (h. 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sangat berbeda dengan sistem politik kapitalis yang kosong dari aspek spiritual sehingga hanya mempertimbangkan aspek materi untuk menentukan bahagia tidaknya seseorang. Faktanya, dengan materi berlimpah tidak menjamin kebahagiaan. Thabib menceritakan kisah putera direktur perusahaan mobil Opel (Jerman). Sang putera mendapat limpahan harta yang tak terbatas. Sarapan pagi di Berlin, makan siang di Paris, dan makan malam di London. Menggunakan pakaian dan mobil terbaik. Teman perempuan bergonta-ganti. Tapi, dia merasa hampa dan akhirnya ditemukan mati bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Dia menulis surat,"Aku mengira kebahagiaan ada pada traveling (tamasya), tapi aku tak menemukannya. Aku pun mengira kebahagiaan ada pada perempuan, tapi aku pun tak mendapatkannya. Aku mengira kebahagiaan ada pada makanan dan minuman, tapi aku juga tak menemukannya. Mungkin aku dapat menemukan kebahagiaan di alam lain..." (h. 173).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan sistem politik Islam bukanlah untuk menghisap kekayaan, melainkan untuk beribadah kepada Allah SWT, di bawah pimpinan Khalifah. Sistem Khilafah inilah yang akan mewujudkan ketenteraman (thuma`ninah) dengan menjamin keamanan, jaminan kebutuhan pokok, dan keadilan di dalam negeri. (h. 173).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik luar negeri Islam dengan jihad fi sabilillah juga bukan bertujuan materi, tapi bertujuan dakwah dan menerapkan Islam. Thabib membuktikan bahwa penduduk yang ditaklukkan melalui jihad akhirnya memeluk Islam secara sempurna seperti para penakluknya. Ini menujukkan hubungan yang baik antara penakluk dan yang ditaklukkan, karena adanya penerapan hukum Islam secara baik. Sejarah mengisahkan penaklukan Samarkand di Asia Tengah yang unik. Samarkand ditaklukkan secara militer tanpa didahului dakwah dan tawaran jizyah. Maka penduduknya yang non muslim memprotes kepada hakim. Hakim memutuskan telah terjadi penyimpangan, lalu memerintahkan pasukan Islam untuk keluar dari Samarkand dan mengulang proses penaklukan. Pasukan Islam diharuskan lebih dulu mendakwahi penduduknya agar masuk Islam atau menawari mereka membayar jizyah. Melihat keputusan hakim yang adil, penduduk Samarkand malah masuk Islam. (h. 226)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan Sistem Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi kapitalisme didasarkan pada asas kebebasan, meliputi kebebasan kepemilikan harta, kebebasan pengelolaan harta, dan kebebasan konsumsi. Asas kebebasan ini, menurut Thabib tidak layak karena melanggar segala nilai moral dan spiritual. Bisnis prostitusi misalnya dianggap menguntungkan, meski jelas sangat melanggar nilai agama dan merusak institusi keluarga. (h. 271).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan sistem ekonomi kapitalisme juga dapat dilihat dari berbagai institusi utama kapitalisme, yaitu sistem perbankan, sistem perusahaan kapitalisme (PT), dan sistem uang kertas (fiat money). Berbagai krisis ekonomi dan moneter seringkali bersumber dari sistem-sistem tersebut. (h. 277).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi Islam, sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi kapitalisme. Asasnya adalah wahyu yang selalu mengaitkan Aqidah Islam dengan hukum-hukum ekonomi. Jadi barang dilihat dari segi halal dan haram, bukan dari segi bermanfaat atau tidak. Bisnis prostitusi yang dibolehkan kapitalisme, dianggap ilegal karena hukumnya haram dalam Islam. (h. 300).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga menolak institusi utama kapitalisme. Sistem perbankan ditolak karena ribawi, sistem perusahaan kapitalisme ditolak karena bertentangan dengan hukum syirkah (perusahaan syariah), dan sistem uang kertas ditolak karena bertentangan dengan sistem moneter Islam yang berbasis emas dan perak. (h. 333).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan Sistem Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sosial (nizham ijtima'i) di Barat juga penuh dengan kerusakan, karena asasnya adalah sekularisme. Akibatnya interaksi pria wanita kering dari nilai sipiritual dan hanya didominasi pertimbangan materi semata. (h. 375).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisme juga menyebabkan wanita hanya dianggap komoditas dagang dan sebagai pemuas nafsu laki-laki semata. Perselingkuhan dianggap "pertemanan", cerai dilarang, tapi poligami justru dianggap perbuatan kriminal. (h. 379-388).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sosial yang bobrok seperti ini, telah terbukti menghancurkan institusi keluarga, menyebarkan penyakit kelamin, menimbulkan kebejatan moral, dan melahirkan anak-anak zina (h. 398).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sosial Islam, asasnya adalah Aqidah Islam yang selalu mengaitkan interaksi pria wanita dengan pahala dan dosa (h. 439). Maka wanita dianggap sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, juga sebagai kehormatan yang wajib dijaga. Perselingkuhan diharamkan, cerai dibolehkan, dan poligami tak dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabib berulang kali menegaskan, keruntuhan kapitalisme akan terjadi cepat atau lambat, sebagaimana sosialisme. Karena asasnya telah rusak, demikian pula berbagai sistem kehidupan yang dibangun di atas asas itu. Hanya Islam saja yang menjadi jalan keselamatan (thariq an-najah) umat manusia, bukan yang lain. [ ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-3963904964535111588?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/3963904964535111588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=3963904964535111588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/3963904964535111588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/3963904964535111588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/12/kapitalisme-d-emplok-macan.html' title='kapitalisme d &quot;emplok&quot; macan !'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SURL9GuqqoI/AAAAAAAAAFo/ygpAXl3fEOQ/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-695673055408706466</id><published>2008-12-03T15:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T08:06:29.105-08:00</updated><title type='text'>luruskan niat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUUu9E_y5EI/AAAAAAAAAGA/iuMI5zt2uOs/s1600-h/lurus.png"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUUu9E_y5EI/AAAAAAAAAGA/iuMI5zt2uOs/s320/lurus.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279677765009990722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan&lt;br /&gt;terampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia&lt;br /&gt;serupa dengan seseorang mujahid di jalan Allah azza wa jalla.” (HR Ahmad) &lt;br /&gt;Mencari nafkah adalah merupakan ibadah kepada Allah, bahkan menurut hadist di atas disamakan dengan mujahid. Jika Anda mengalami penurunan semangat, kembalilah meluruskan niat Anda untuk apa melakukan bisnis atau pergi bekerja. Jika imbalan yang akan didapat bukan hanya materi di dunia, sudah seharusnyalah kita lebih semangat untuk mencari nafkah. &lt;br /&gt;Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan. &lt;br /&gt;Luruskanlah niat Anda sesering mungkin, setidaknya setiap hari, saat Anda memulai segala aktifitas Anda, baik bekerja maupun berbisnis. Semakin lurus niat Anda, akan semakin besar motivasi Anda. Camkan sampai melekat dipikiran Anda bahwa niat Anda mencari nafkah adalah untuk beribadah kepada Allah. Salah satu cara menanamkan sesuatu ke dalam pikiran kita ialah dengan cara teknik afirmasi, atau penegasan secara berulang. &lt;br /&gt;Langkah pertama cara melakukan afirmasi ialah dengan menyusun kalimat- kalimat yang akan Anda afirmasikan. Buatlah kalimat-kalimat yang sederhana yang merupakan kalimat afirmasi atau positif. Jika Anda menuliskan kalimat negatif, ubahlah menjadi kalimat positif terlebih dahulu. &lt;br /&gt;Sebagai contoh &lt;br /&gt;“Saya tidak lemah” (kalimat negatif), gantilah dengan kalimat positif yaitu “Saya kuat.” &lt;br /&gt;Langkah kedua, setelah Anda memiliki kalimat-kalimat afirmasi, bacalah dan ulangilah sampai melekat dalam pikiran Anda. &lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa jangan mentang-mentang mencari nafkah sudah merupakan ibadah, sehingga melupakan ibadah-ibadah yang lainnya. Masih banyak ibadah-ibadah lain yang memiliki urgensi yang cukup tinggi. Selain ibadah-ibadah ritual seperti shalat dan puasa, masih ada kewajiban lain yaitu dakwah dan jihad. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-695673055408706466?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/695673055408706466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=695673055408706466' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/695673055408706466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/695673055408706466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/12/luruskan-niat.html' title='luruskan niat'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUUu9E_y5EI/AAAAAAAAAGA/iuMI5zt2uOs/s72-c/lurus.png' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-4669218535241841261</id><published>2008-12-03T15:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T08:10:31.661-08:00</updated><title type='text'>Setengah Isi atau Setengah Kosong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUUv0nXlqeI/AAAAAAAAAGI/YvFAUNSmyNw/s1600-h/air.png"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUUv0nXlqeI/AAAAAAAAAGI/YvFAUNSmyNw/s320/air.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279678719129397730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setengah gelas air dimasukan ke dalam sebuah gelas, apakah gelas tersebut setengah isi atau setengah kosong? Mungkin Anda pernah mendengar cerita tentang dua orang anak yang optimis dan pesimis mengenai sikapnya terhadap ember berisi air setengahnya, apakah setengah isi atau setengah kosong. Tetapi yang akan dibahas disini lain lagi, karena jawaban setengah isi maupun setengah kosong keduanya bisa salah bisa juga benar.&lt;br /&gt;Jika Anda menjawab bahwa gelas tersebut penuh, itu juga juga bisa menjadi jawaban yang benar. Dan justru inilah jawaban yang paling benar. Mengapa? Karena gelas tersebut memang penuh: setengah diisi oleh air dan setengah lagi diisi oleh udara, jadi totalnya gelas tersebut penuh. Yang menjawab setengah isi juga bisa benar jika sudut pandang terhadap isi gelas tersebut tertuju pada air saja. Udara dilupakan untuk sementara.&lt;br /&gt;Setengah kosong juga benar, secara harfiah. Tetapi jawaban seperti menunjukan bahwa kita selalu fokus terhadap yang tidak ada bukan fokus terhadap yang ada yang akan membuat kita memiliki rasa bersyukur. Sementara rasa syukur akan meningkatkan motivasi diri kita. Tetapi untuk kontex lain jawaban ini ada baiknya, misalnya saat kita sedang membuat rencana mencapai sesuatu, kita harus melihat kekosongan sehingga bisa menentukan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk mengisinya.&lt;br /&gt;Ternyata, dari gelas yang terisi air setengahnya bisa memberikan banyak sudut pandang. Hal ini memberikan hikmah kepada kita bahwa dalam melihat sesuatu harus dari berbagai aspek, kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja dan kemudian menghasilkan kesimpulan yang seolah tidak bisa diganggu gugat lagi. Jika kebetulan kita melihat pada satu aspek yang positif, alhamdulillah, tetapi jika kita kebetulan melihat pada aspek yang negatif, maka kehidupan kita akan terjebak selamanya pada kepercayaan negatif.&lt;br /&gt;Jika saat ini Anda merasa tidak mampu melakukan sesuatu, mungkin saja karena Anda baru melihat dari satu sisi saja. Mungkin jika Anda melihat dari berbagai aspek, Anda akan sadar bahwa Anda mampu melakukannya. Jika saat ini Anda merasa sesuatu itu tidak penting, mungkin karena Anda baru melihat hal tersebut dari satu sisi saja, tetapi mungkin saja jika kita melihat dari berbagai aspek, kita akan menemukan berbagai hal positif dari hal tersebut.&lt;br /&gt;Berpikir lebih luas dengan cara melihat sesuatu dari berbagai aspek sudut pandang akan membuat kita lebih cerdas, lebih jeli, lebih terbuka terhadap peluang, dan memiliki motivasi diri yang lebih baik. Manfaatkanlah pikiran kita, jangan hanya sia-siakan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Ini adalah salah satu cara bersyukur kita, yaitu mengoptimalkan pikiran kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-4669218535241841261?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/4669218535241841261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=4669218535241841261' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/4669218535241841261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/4669218535241841261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/12/setengah-isi-atau-setengah-kosong.html' title='Setengah Isi atau Setengah Kosong'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SUUv0nXlqeI/AAAAAAAAAGI/YvFAUNSmyNw/s72-c/air.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-1597518175142624412</id><published>2008-10-25T07:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-25T07:27:53.963-07:00</updated><title type='text'>Rahasia shodaqoh</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SQMsuPmDmQI/AAAAAAAAAFQ/eSsKoWD9Akw/s1600-h/Picture4.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261097962670627074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 318px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SQMsuPmDmQI/AAAAAAAAAFQ/eSsKoWD9Akw/s320/Picture4.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rahasia Shodaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah memiliki manfaat yang besar bagi pelakunya.. Ia memiliki efek di semua tingkatan eksistensi anda baik secara material maupun spiritual, karena sedekah selalu terkait dengan kerelaan pelakunya. Kata Shodaqah dalam bahasa arab mengakar dari kata shodaqa yang berarti benar. Shodaqah adalah bukti kebenaran iman pelakunya. Shodaqah berbeda dari seluruh amal ibadah lain, seperti sholat, puasa,zakat, dan haji. Alasannya, amal-amal tersebut ini terkadang dilakukan dalam kondisi terpaksa atau untuk tujuan pribadi. Pada beberapa kondisi, banyak orang yang sanggup melakukan puluhan rokaat sholat sunnah (nawafil) setiap malam, tapi amal itu sering dilakukan demi kemaslahatan diri-sendiri, atau mungkin akibat faktor kebiasaan saja. Demikian pula dengan puasa sunnah. Artinya walaupun ibadah-ibadah ini baik, tapi manfaat yang dihasilkan adalah untuk si pelaku itu sendiri, sehingga meskipun dia mampu mengikhlaskan ibadah-ibadahnya, tapi belum tentu dia bis aikhlas bersedekah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-1597518175142624412?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/1597518175142624412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=1597518175142624412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/1597518175142624412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/1597518175142624412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/rahasia-shodaqoh.html' title='Rahasia shodaqoh'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SQMsuPmDmQI/AAAAAAAAAFQ/eSsKoWD9Akw/s72-c/Picture4.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-3641875781778571514</id><published>2008-10-18T17:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T17:24:30.837-07:00</updated><title type='text'>CHARACTER BUILDING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPp8A8-q3II/AAAAAAAAAFI/ywWkXwy9LUc/s1600-h/Picture6.gif"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPp8A8-q3II/AAAAAAAAAFI/ywWkXwy9LUc/s320/Picture6.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258651870719302786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.blogger.com/pendidikan"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/pendidikan" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PERAN PENDIDIK&lt;br /&gt;DALAM ISLAMIC CHARACTER BUILDING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW selaku penyampai risala Islam yang mulia merupakan cerminan yang komprehensif untuk mencapai kesempurnaan sikap, prilaku, dan pola pikir. Bahkan sayyidah ‘Aisyah tatkala ditanya oleh beberapa sahabat mengenai pribadi Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Rasulullah itu adalah Al-Qur’an berjalan. Artinya semua kaidah kehidupan yang ditetapkan islam melalui Al-Qur’an semuanya contoh sudah terdapat dan dijumpai dalam diri Rasulullah SAW. Beliau bukan hanya menjadi seorang nabi, tapi juga kepala negara. Beliau tidak cuma sekadar bapak tapi juga guru dengan teladan yang baik. Allah SWT sendiri telah memuji keluhuran pribadi Rasulullah SAW dalam ayat-NyA:  “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS.Al-Ahzab : 21)&lt;br /&gt;Jaminan mardhatillah akan didapatkan oleh setiap orang yang bersungguh-sungguh menggali dan meneladani kepribadian Rasulullah. Selain itu jaminan keselamatan dan syafa’at saat hari kiamat akan diberikan Rasulullah. Jadi tidak ada keraguan lagi dan tidak akan memilih cara lain termasuk dalam menerapkan pola pendidikan selain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Sosok Rasulullah SAW yang menjadi pendidik sukses bisa diakui tidak cuma  kalangan dunia Islam namun juga dari komentar yang diberikan oleh kalangan Barat seperti Robert L. Gullick Jr. dalam bukunya Muhammad, The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam, suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang… Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidik-pendidik besar sepanjang masa, karena -dari sudut pragmatis- seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik”. Selain itu Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh dunia meletakkan Rasulullah Muhammad di posisi pertama sebagai sosok paling berhasil dan tak tergantikan oleh sosok lainnya berkaitan dengan memimpin dan mendidik umat dalam kurun waktu singkat sehingga terwujud kehidupan yang mulia.&lt;br /&gt;Wujud pendidik umat yang mampu membangun generasi islami dengan ciri yang melekat padanya berupa pola pikir dan pola jiwa yang islami sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah bisa ditinjau dari sifat seorang pendidik serta strategi pendidikan yang dimiliki pendidik. Jika kedua hal ini dipahami dengan benar dan diimplementasikan dengan istiqomah, niscaya generasi islami akan terwujud. Sifat Rasulullah memang yang paling khas adalah Shiddiq, Fathonah, Tabligh, dan Amanah. Namun secara spesifik untuk seorang pendidik, bisa dijumpai sifat yang dicontohkan Rasulullah SAW berikut ini :&lt;br /&gt;Kasih Sayang. Wajib dimiliki oleh setiap pendidik sehingga proses pembelajaran yang diberikan menyentuh hingga ke relung kalbu. Implikasi dari sifat ini adalah pendidik menolak untuk tidak suka meringankan beban orang yang dididik.&lt;br /&gt;“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (QS.Al-Fath : 29)&lt;br /&gt;Sabar. Bekal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pendidik yang sukses. Keragaman sikap dan kemampuan memahami yang dimiliki oleh anak didik menjadi tantangan bagi pendidik. Terutama bagi anak didik yang lamban dalam memahami materi dibutuhkan kesabaran yang lebih dari pendidik untuk terus mencari cara agar si anak didik bisa setara pemahamannya dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS.Al-Baqoroh : 153).&lt;br /&gt;Cerdas. Seorang pendidik harus mampu menganalisis setiap masalah yang muncul dan memberikan solusi yang tepat untuk mengembangkan anak didiknya merupakan wujud dari sifat cerdas. Kecerdasan yang dibutuhkan tidak cuma intelektual namun juga emosional dan spiritual.&lt;br /&gt;Tawadhu’. Pantang bagi seorang pendidik memiliki sifat arogan (sombong) meski itu kepada anak didiknya. Rasulullah mencontohkan sifat tawadhu’ kepada siapa saja baik kepada yang tua maupun yang lebih muda dari beliau. Sehingga tidak ada jarang yang renggang antara pendidik dengan anak didik dan akan memudahkan pembelajaran dan memperkuat pengaruh baik pendidik kepada anak didik karena penghormatan.29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.&lt;br /&gt;عن أنس بن مالك رض الله عنه مرّ صبيانٍ فسلّم عليهم وقال كان النبيّ صلى الله عيه وسلّم يفعله(HR.Bukhori)&lt;br /&gt;Bijaksana. Seorang pendidik umat tidak boleh mudah terpengaruh dengan kesalahan bahkan oleh keburukan yang dihadapinya dengan bijaksana dan lapang dada sehingga akan mempermudah baginya memecahkan sebab-sebab permasalahan tersebut&lt;br /&gt;Pemberi Maaf. Anak didik yang ditangani oleh pendidik umat tentunya tidak luput dari kesalahan maupun sikap-sikap yang tidak terpuji lainnya. Maka dari itu pendidik umat dituntut untuk mudah memberikan maaf meskipun ada sanksi yang diberikan kepada anak didik yang menjadi pelaku kesalahan  sebagai bagian dari edukasi.&lt;br /&gt;Kepribadian yang Kuat. Sanksi bisa jadi tidak diperlukan dalam mengedukasi anak didik jika seorang pendidik umat memiliki kepribadian yang kuat (kewibawaan, tidak cacat moral, dan tidak diragukan kemampuannya) sehingga memunculkan apresiasi dari anak didik, bukannya apriori. Sehingga secara otomatis bisa mencegah terjadinya banyak kesalahan dan mampu menanamkan keyakinan dalam diri anak&lt;br /&gt;Yakin terhadap Tugas Pendidikan. Rasulullah dalam menjalankan tugas mengedukasi umat selalu optimis dan penuh keyakinan terhadap tugas yang diembannya. Patutlah jika pendidik umat juga memiliki sifat ini yaitu yakin usaha sampai, karena Allah SWT akan mempercepat pemberian terhadap manusia yang memiilki keyakinan tinggi terhadap keberhasilan setiap tugas yang dilakukan. Sesuai dengan hadits Qudsi bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.&lt;br /&gt;Sifat-sifat diatas menjadi bekal dan support bagi pendidik umat untuk berhasil dalam mengimplementasikan strategi yang disusunnya. Rasulullah sebagai pendidik memiliki strategi pendidikan yang penting diketahui. Strategi tersebut terdiri dari metode, aksi, dan teknik yang diperlukan dalam mendapatkan hasil yang maksimal untuk pendidikan islami. Metode yang dilakukan Rasulullah meliputi :&lt;br /&gt;Spiritual-Mentality Building. Rasulullah meletakkan pondasi mental berlandaskan aqidah yang kuat terhadap kaum muslimin semasa itu. Karena jika pendidikan tidak dimulai dari dalam diri, maka apapun manifestasi pendidikan tersebut hanyalah manipulatiif. Pembentukan mental islam yang kuat akan menghindarkan anak didik dari penyakit hati seperti benci, dengki, buruk sangka, sombong, bohong, pesimis, dsb. Jika seseorang telah mampu mengeliminasi penyakit hati, maka orang tersebut berpotensi besar untuk sukses.&lt;br /&gt;Applicable. Allah SWT tidak pernah memerintahkan keimanan kecuali disertai dengan tindakan nyata. Maka berawal dari kenyataan ini, Rasulullah SWT melakukan penguatan pengetahuan teoritis dengan aplikasi praktis. Sebab akan bisa didapatkan manfaat hakiki yang lahir dari aplikasi praktis terhadap pengetahuan teoritis tersebut.&lt;br /&gt;“Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” (QS.Ar-Ra’d : 29)&lt;br /&gt;Balance in Capacity. Artinya sebagai seorang pendidik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah memberikan penugasan dan menjelaskan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang dimiliki oleh anak didik. Karena, tugas yang berlebihan akan menyebabkan seorang pendidik tersebut dijauhi dan tugasnya pun akan ditinggalkan. Metode ini sesuai dengan hadits Rasulullah&lt;br /&gt;فاذا أمرتكم بشيء فاتوامنه مااستطعتم&lt;br /&gt;“jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka tunaikanlah sesuai dengan kemampuan kalian (yang paling maksimal). (HR.Muslim no. 1307)&lt;br /&gt;ما انت بمحدّث قوم حديثًا لاتبلغه عقولهم إلاّكان لبعضهم فتنةً&lt;br /&gt;“ Kamu sekali-kali janganlah memberi penjelasan kepada suatu kaum, penjelasan yang tidak bisa dijangkau oleh akan mereka, kecuali ia akan menjadi fitnah bagi sebagian diantara mereka.”(HR.Muslim)&lt;br /&gt;Right Treatment for Diversity. Pendidikan Islami memerlukan tindakan tepat terhadap keragaman anak didik. Keragaman tersebut bisa diklasifikasi berdasarkan demografi. Rasulullah memberi perlakuan berbeda dalam mendidik antara pria dengan wanita, antara orang badui dengan orang kota, antara orang yang baru masuk islam dengan yang sudah lama memeluk islam. Sehingga jika tepat dalam memberi perlakuan terhadap keragaman anak didik, apa yang disebut adil akan terwujud dari pendidik kepada anak didik.&lt;br /&gt;Priority &amp;amp; Thing First Thing. Kemampuan untuk membuat prioritas dan memilah yang terpenting daripada yang penting sangat diperlukan untuk dimiliki oleh pendidik. Prioritas dan mendahulukan hal terpenting dalam proses pendidikan islami berarti menanamkan kebiasaan kepada anak didik bertindak efektif dan efisien. Efektif artinya melakukan sesuatu yang benar sedangkan efisien berarti melakukan sesuatu dengan benar.&lt;br /&gt;إغتنم خمسًا قبل خمس  حياتك قبل موتك وصحّتك قبل سقمك وفراغك قبل شغلك وشبابك قبل هرمك وغناك قبل فقرك&lt;br /&gt;“Manfaatkan lima perkara sebelum (datang) lima perkara : masa hidupmu sebelum (datang) matimu, masa sehatmu sebelum (datang) masa sakitmu, masa senggangmu sebelum (datang) masa sempitmu, masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu, dan masa kayamu sebelum (datang) masa miskinmu.” (GR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Good Advice for Good Time. Pendidik umat harus mampu memberikan konseling kepada anak didik yang sedang dilanda masalah ataupun berbuat kesalahan fatal tanpa disadarinya. Ada yang perlu diperhatikan dalam pemberian nasehat/advice kepada anak didik yaitu kuantitas dan timing. Kuantitas maksudnya nasihat yang diberikan tidak banyak namun terkontrol dalam pelaksanaan pada anak didiknya. Jika terjadi pengabaian pada nasihat pertama, maka bisa kemudian diberi nasehat yang selanjutnya dan lebih berbobot. Lantas, mengenai waktu/timing penyampaian nasihat harus tepat. Pemilihan waktu yang tepat saat memberikan nasehat akan memberikan dampak perubahan yang luar biasa kepada anak didik.&lt;br /&gt;Achievement Motivation.Motivasi berprestasi penting artinya dimasukkan dalam proses pendidikan islami karena mengandung dorongan positif yang kuat dari dalam diri manusia berefek pada sikap dan tindakannya mengarah pada hal yang positif pula. Sehingga kebajikan lebih dominan dan mampu melenyapkan keburukan sesuai dengan ayat Al-Qur’an :&lt;br /&gt;“….Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..”.(QS.Huud:114)&lt;br /&gt;Coercive and Reward.Sanksi dan Penghargaan bisa dianggap sebagai upaya memotivasi anak didik. Ada kalanya anak didik berbuat baik karena takut dihukum dan ada yang memang menginginkan mendapat pujian dari gurunya. Sedangkan Rasulullah SAW mencontohkan mengedepankan penghargaan ketimbang sanksi karena Allah SWT mengutamakan menerima karena suka daripada karena takut. Menerima karena suka akan memunculkan kerinduan untuk melakukan apa yang diperintahkan dengan lapang dada.&lt;br /&gt;Self-Evaluation. Rasulullah mengajarkan kepada kaum muslimin waktu itu dalam metode pendidikan yang beliau jalankan adalah evaluasi diri (muhasabah). Anak didik yang selalu diajak untuk melakukan evaluasi diri dalam keterlibatannya pada proses pendidikan islami akan memacu diri anak didik untuk melakukan perbaikan sehingga akan didapatkan peningkatan performance (kinerja) yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Sustainable Transfer.Pendidikan islami merupakan pembentukan diri dan prilaku yang tidak bisa didapatkan dalam waktu sekejap. Butuh kesinambungan proses baik transfer maupun control terhadap hasilnya. Proses pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah juga berjalan dalam jangka waktu yang tidak singkat. Waktu 13 tahun dihabiskan selama di Makkah dan dilanjutkan di Madinah di sisa usia beliau hingga kembali ke haribaan tidak pernah berhenti untuk terus dan terus mendidik umat.&lt;br /&gt;Penjelasan singkat mengenai keteladanan Rasulullah SAW bagi pendidik umat bisa menjadi bekal untuk melakukan perbaikan mutu sikap dan pikir anak didik sesuai dengan syari’at Islam. Sebenarnya masih sangat luas sekali-hingga tak terhitung jumlahnya-,keteladanan yang diberikan Rasulullah SAW. Tapi sekali lagi, jika kita mau dan bertekad keras untuk memulai dari yang sedikit dulu namun istiqomah dan ada peningkatan bertahap kelak kemudian hari dari apa-apa yang telah dicontohkan Rasulullah, insya Allah akan menghasilkan kualitas anak didik yang tidak diragukan lagi kehandalannya.&lt;br /&gt;KHATIMAH&lt;br /&gt;Pembangunan dan pembentukan generasi islam berkualitas sebagaimana para sahabat, tabi’in, tabi’in-tabi’at dan ulama-ulama kenamaan merupakan bukti keberhasilan pola pendidikan islami. Generasi islam dinilai berkualitas apabila terbentuk pola pikir dan pola jiwa berlandaskan pada aqidah Islam yang kuat sehingga mampu mengintegrasikan keimanan dan kompetensi pada diri anak didik. Pola pendidikan islami sudah ada semenjak Rasulullah SAW hidup dan beliaulah yang meletakkan pondasinya dengan banyak keteladanan yang bisa diambil. Dengan dihasilkannya generasi islami juga akan didapati peradaban mulia seperti yang sudah tercatat dalam sejarah dunia tentang kegemilangan peradaban islam mengubah dunia dari kegelapan menuju pencerahan hakiki. Pendidikan islami mampu membuktikan janji Allah SWT dengan munculnya umat terbaik sesuai dengan ayat al-Qur’an :&lt;br /&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS. Ali Imron : 110)&lt;br /&gt;خير كم قرني ثمّالذين يلونهم ثمّ الذين يلونهم ثمّ الذين يلونهم&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang terbaik dari kalangan kamu ialah sezaman denganku, kemudian orang yang hidup selepas zaman aku, setelah itu orang yang hidup selepas mereka”. (HR. Al-Bukhori no. 1496)&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Abdurrahman, Hafidz., Membangun Kepribadian Pendidik Umat, WADI Press, 2008Ahmed, Shabir., Anas Abdul Muntaqim., Abdul Satar., Islam dan Ilmu Pengetahuan, Penerbit Al-Izzah, 1999&lt;br /&gt;Al-Baghdadi, Abdurrahman., Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam, Penerbit Al-Izzah, 1996&lt;br /&gt;Asari, Hasan., Menyingkap Zaman Keemasan Islam : Kajian Atas Lembaga-Lembaga Pendidikan, Mizan, 1994&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia, Membangun Generasi Berkualitas Dengan Perspektif Islam, 2003&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia, Generasi Cerdas, Generasi Peduli Bangsa : Solusi Tuntas Krisis Kepemimpinan, Proceedings Lokakarya Pendidikan Nasional, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;Lukman, H. Fahmy. Syariat Islam dalam Kebijakan Pendidikan, www.icmimuda.org, 2006&lt;br /&gt;Yasin, Abu., Strategi Pendidikan Negara Khilafah, Pustaka Thariqul Izzah, 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-3641875781778571514?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/3641875781778571514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=3641875781778571514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/3641875781778571514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/3641875781778571514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/character-building.html' title='CHARACTER BUILDING'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPp8A8-q3II/AAAAAAAAAFI/ywWkXwy9LUc/s72-c/Picture6.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-6832679393952155366</id><published>2008-10-18T17:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T17:12:04.541-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPp6FE_qIBI/AAAAAAAAAFA/prRaGWkq8TM/s1600-h/muslimah-watashiwa_01.gif"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPp6FE_qIBI/AAAAAAAAAFA/prRaGWkq8TM/s320/muslimah-watashiwa_01.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258649742567153682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Metode Pendidikan Rosulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya memasuki setiap sudut negara dan menjadi sebuah keniscayaan. Era ini menghendaki setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar negara maupun antar individu. Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi tak jarang memiliki pengaruh dan dampak yang negatif pula jika dicermati dengan seksama. Pengaruh yang ada dari globalisasi pada aspek kehidupan meskipun awal tujuannya diarahkan pada bidang ekonomi dan perdagangan serta memberikan dampak multidimensi. Globalisasi memang menjadi lokomotif perubahan tata dunia yang tentu saja akan menarik gerbong-gerbongnya yang berisi budaya, pemikiran maupun materi.Bidang pendidikan pun juga tidak luput dari efek yang ditimbulkan dari globalisasi. Isu yang digulirkan untuk pendidikan adalah kompetensi bagi setiap individu yang terlibat dalam proses pendidikan maupun keunggulan kompetitif yang harus dimiliki oleh institusi pendidikan. Jika dilihat sekilas, muatan nilai yang terdapat dalam agenda globalisasi nampak universal dan tidak memiliki dampak negatif. Namun jika ditelaah standard kompetensi dan keunggulan kompetitif yang seperti apa inilah yang perlu dicermati dengan seksama.&lt;br /&gt;Faktanya, standard tersebut tampak di permukaan ditentukan oleh dunia internasional melalui lembaga internasional semacam UNESCO atau yang sejenis dan menjadi sebuah kesepakatan dunia, akan tetapi ada sisi gelap yang belum terkuak yaitu pihak perumus standard tersebut adalah negara Eropa dan Amerika. Bagi kalangan masyarakat awam, kedua kawasan (Eropa dan Amerika) tersebut masih relevan menjadi kiblat peradaban modern dan mapan. Dikatakan demikian karena penampakan yang ada dan diopinikan dengan sistematis bahwa Amerika dan Eropa telah berhasil menjadi negara yang unggul dibandingkan negara lainnya dan menampakkan gambaran kesejahteran dan kemakmuran yang dirasakan oleh setiap orang yang berada di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;Pandangan akan kemilau keberhasilan Amerika dan Eropa membangun peradaban modernnya yang didalamnya juga terdapat pola pendidikan diasumsikan terbaik tidak hanya bagi masyarakat awam. Negara-negara di dunia ketiga yang notabene banyak diantaranya adalah negeri-negeri muslim silau dengan keberhasilan pendidikan di kedua kawasan tersebut dan menjadikannya benchmark / patokan untuk pengembangan pendidikan di negaranya masing-masing.&lt;br /&gt;Perlu diketahui bersama, sisi gelap dalam pola pendidikan yang dirumuskan oleh Amerika dan Eropa yaitu tidak adanya muatan nilai ruhiyah, dan lebih mengedepankan logika materialisme serta memisahkan antara agama dengan kehidupan yang dalam hal ini sering disebut paham Sekulerisme. Implikasi yang bisa dirasakan namun jarang disadari adalah adanya degradasi moral yang dialami oleh anak bangsa. Banyak kasus buruk dunia pendidikan yang mencuat di permukaan dimuat oleh beberapa media massa cukup meresahkan semua pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan bangsa yang lebih baik.&lt;br /&gt;Ambillah contoh, baru-baru ini seluruh pelajar SMA di Indonesia melangsungkan Ujian Akhir Nasional. Standard kelulusan yang ditetapkan Mendiknas tiap tahunnya dinaikkan mulai dari 3,00 pada tahun 2003 hingga 5,25 pada 2008 ini. Penetapan standard ini sebagai implementasi penyetaraan kompetensi pelajar Indonesia dengan pelajar Internasional. Tapi di tataran praktik, banyak terjadi fenomena paradoks dan fakta yang ironis. Seperti anak yang dikenal pintar ternyata tidak lulus UAN dengan berbagai alasan, belum lagi variasi kecurangan selama UAN berlangsung yang ternyata tidak dominasi pelajar tapi juga sampai pada jajaran guru dan sekolah untuk mengelabui dan mengejar standard kelulusan.(JawaPos, 23/04/2008)&lt;br /&gt;Juga, Indonesia diketahui sebagai negara pada urutan ketujuh dunia sebagai negara pengakses situs-situs porno. Lebih jauh lagi, dibahas didalamnya ternyata sebagai pengakses situs porno dari Indonesia dari kalangan pelajar. Prosentase terbesar diduduki oleh pelajar SMA sejumlah 38% diikuti oleh mahasiswa sebesar 33,6% dan ternyata dari kalangan siswa SMP juga menjadi pengakses situs porno17,3% sisanya sebesar 11% ditempati oleh masyarakat non pelajar.&lt;br /&gt;Kasus parah lainnya yang tampak sebagai indikator degradasi moral dalam pandangan umum adalah tawuran yang sering dilakukan di kalangan pelajar ternyata juga merambah di kalangan mahasiswa. Padahal jika memandang secara idealnya, seharusnya semakin tinggi jenjang pendidikan yang dilalui oleh anak didik semestinya yang bersangkutan mengedepankan etika dan logika-rasional akademisi. Maksudnya mahasiswa sebagai insan pendidikan yang menjalani jenjang tertinggi tidak seharusnya terbawa emosi sehingga berujung pada tawuran. Peristiwa yang sering terjadi di kota Jakarta, maupun Makassar, Medan, Palu itu yang tampak, mungkin akan banyak lagi yang belum terjangkau liputan media massa sehingga tidak tampak di permukaan.&lt;br /&gt;Beberapa contoh kasus diatas merupakan efek negatif dari pola pendidikan yang diadopsi Indonesia dari negara acuannya yaitu Eropa dan Amerika. Dikatakan berefek negatif karena ditinjau secara kebijakan makro, pendidikan Barat tidak lepas dari kerangka berpikir pada ideologi kapitalisme. Padahal sudah banyak dikupas habis banyaknya kelemahan dan keburukan pada ideology kapitalisme sebagai buah tangan manusia. Sedangkan jika ditinjau secara mikro, permasalahan tidak adanya link and match antara materi yang didapatkan di bangku sekolah dengan realitas yang ada di lapangan. Sehingga anak didik sering mengalami kebingungan sesuai menyelesaikan masa studi dan mulai memasuki masyarakat. Lulusan institusi pendidikan belum sempat menentukan langkah sudah tenggelam dengan hiruk pikuknya tata kehidupan materialistik.&lt;br /&gt;Selain itu, esensi materi pendidikan yang distandardisasi (baca : ditiru) dari Barat bermuatan budaya dan pemikiran yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Indikasi yang bisa dijumpai, masih diajarkannya teori evolusi Darwin tanpa diimbangi dengan pemahaman Islam terhadapnya. Hukum kekekalan massa pada fisika yang juga semestinya dinilai secara kritis dalam pandangan Islam oleh gurunya. Belum lagi pelajaran yang berkaitan dengan sosial-ekonomi yang bisa dikatakan sekitar 85% tidak sesuai dengan Syari’at Islam. Ditambah lagi mata pelajaran agama yang diajarkan di sekolah maupun pendidikan tinggi cuma +2 jam dalam seminggu. Itupun materi ajarnya ‘menjenuhkan’ artinya dari mulai Sekolah Dasar hingga Pendidikan Tinggi pembahasannya berputar permasalahan ibadah mahdloh seputar thoharoh, sholat dan shuam. Sedangkan permasalahan interaksi manusia (muamalat) hampir tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;Derasnya serangan tsaqofah Barat seperti sikap hedonistik dengan implikasinya berupa gaya hidup hura-hura, konsumeristik, rakus, boros, cinta mode, pergaulan bebas, individualistik, kebebasan yang salah arah dan lepas kendali serta tampilan pada anak didik sebagai generasi permisif dan anarkis yang telah disebutkan diatas secara eksplisit wujudnya. Serangan tersebut berakibat pada pengaruh dan peran pendidik umat (guru) menurun drastic sehingga pendidik umat secara perlahan-lahan kehilangan kewibawaan dan keteladanan di tengah-tengah anak didik.&lt;br /&gt;Akhirnya kita dihadapkan pada perkara inti yaitu bagaimana gambaran pola pendidikan Islam ? bagaimana pula sosok pendidik umat yang dibutuhkan untuk membangun kepribadian Islam pada anak didik kaum muslimin?. Pertanyaan ini akan mudah untuk dijawab jika kita memiliki pedoman yang jelas dan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ber-azzam (bertekad kuat) untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah Islam sebagai fundamendal pendidikan generasi muda yang handal. Karena sungguh didalam Al-Qur’an Sunnah telah dijelaskan dengan mendalam segala aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan. Maka dari itu penulis mencoba akan menguraikan pada penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;ARAH DAN PILAR PENDIDIKAN ISLAM&lt;br /&gt;Kerusakan yang lama ada pada pola pendidikan di negara Barat sepatutnya ditinggalkan oleh kaum muslimin. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya. Sehingga dampak yang bisa dirasakan, pola pendidikan tersebut menghasilkan output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan menanggalkan prinsip syari’at Islam. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. sebagaimana telah disitir dalam ayat berikut ini&lt;br /&gt;“ Telah nyata kerusakan didaratan dan dilautan oleh karena tangan – tangan manusia “. (Ar- Rum : 41).&lt;br /&gt;Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya, maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. Sehingga yang terjadi adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang, tutup lubang atas masalah yang ada.  Maka dari itu jika ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal pada Islam.&lt;br /&gt;Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad tidak sekadar melakukan perbaikan akhlaq. Namun lebih jauh lagi, turunnya Islam menjadi penyempurna dari semua agama yang ada dan memuat semua tata aturan kehidupan secara paripurna. Islam menjelaskan aturan mulai dari masuk kamar mandi hingga masuk parlemen, mulai dari menegakkan sholat hingga menegakkan Negara Islam. Demikian pula, Islam menjelaskan secara total bagaimana kaidah pendidikan sesuai dengan Khitab As-Syaari’. Jadi sangat disayangkan jika kaum muslimin berpaling dari Islam malah meniru total pendidikan ala Barat karena silau dengan kemajuannya.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqoroh : 208)&lt;br /&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata”(QS.Al-Ahzab : 36)&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS.An-Nisa’: )&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah dunia, Islam telah terbukti mampu membangun peradaban manusia yang khas dan mampu menjadi pencerah serta penerang hampir seluruh dunia dari masa-masa kegelapan dan kejayaannya +13 abad lamanya. Factor paling menentukan atas kegemilangan Islam membangun peradaban dunia adalah keimanan dan keilmuannya. Tidak ada pemisahan ataupun dikotomi atas kedua factor tersebut dalam pola pendidikan yang diterapkan. Sehingga generasi yang dihasilkan juga tidak diragukan kehandalannya hingga kini.&lt;br /&gt;Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh. Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun(bapak ekonomi), Ibnu Khawarizm (bapak matematika), Ibnu Batutah (bapak geografi), Al-Khazini dan Al-Biruni (Bapak Fisika), Al-Battani (Bapak Astronomi), Jabir bin Hayyan (Bapak Kimia), Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah.&lt;br /&gt;Kalau begitu pola pendidikan seperti apa yang mampu mencetak generasi islam berkualitas sekaliber tokoh-tokoh dunia tersebut? Penting kiranya menyatukan persepsi tentang pendidikan sesuai kaidah Syara’. Hakekat pendidikan adalah proses manusia untuk menjadi sempurna yang diridhoi Allah SWT. Hakikat tersebut menunjukkan pendidikan sebagai proses menuju kesempurnaan dan bukannya puncak kesempurnaan, sebab puncak kesempurnaan itu hanyalah ada pada Allah dan kemaksuman Rasulullah SAW. Karena itu, keberhasilan pendidikan hanya bisa dinilai dengan standar pencapaian kesempurnaan manusia pada tingkat yang paling maksimal. Setelah diketahui hakikat pendidikan maka berikutnya bisa dirumuskan tujuan dari pendidikan Islam yang diinginkan yaitu :&lt;br /&gt;Membangun kepribadian islami yang terdiri dari pola piker dan pola jiwa bagi umat yaitu dengan cara menanamkan tsaqofah Islam berupa Aqidah, pemikiran, dan perilaku Islami kedalam akal dan jiwa anak didik. Karenanya harus disusun dan dilaksanakan kurikulum oleh Negara.&lt;br /&gt;Mempersiapkan generasi Islam untuk menjadi orang ‘alim dan faqih di setiap aspek kehidupan, baik ilmu diniyah (Ijtihad, Fiqh, Peradilan, dll) maupun ilmu terapan dari sains dan teknologi (kimia, fisika, kedokteran, dll). Sehingga output yang didapatkan mampu menjawab setiap perubahan dan tantangan zaman dengan berbekal ilmu yang berimbang baik diniyah maupun madiyah-nya.&lt;br /&gt;Kedua tujuan dari pola pendidikan Islam bisa terlaksana jika ditopang dengan pilar yang akan menjaga keberlangsungan dari pendidikan Islam tersebut. Pilar penopang pendidikan Islam yang dibutuhkan untuk bekerja sinergis terdiri dari :&lt;br /&gt;Keluarga&lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam, keluarga merupakan gerbang utama dan pertama yang membukakan pengetahuan atas segala sesuatu yang dipahami oleh anak-anak. Keluarga-lah yang memiliki andil besar dalam menanamkan prinsip-prinsip keimanan yang kokoh sebagai dasar bagi si anak untuk menjalani aktivitas hidupnya. Berikutnya, mengantarkan dan mendampingi anak meraih dan mengamalkan ilmu setingggi-tingginya dalam koridor taqwa. Jadi keluarga harus menyadari memiliki beban tanggung jawab yang pertama untuk membentuk pola akal dan jiwa yang Islami bagi anak. Singkatnya, keluarga sebagai cermin keteladanan bagi generasi baru. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;كلّ مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصّرانه أو يمجّسانه&lt;br /&gt;“Setiap anak dilahirkan atas fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;رضى الرّبّ في رضى الوالدوسخط الرّبّ في سخط الولد&lt;br /&gt;“Ridho Tuhan terletak pada ridho orang tua, demikian juga kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan orang tua.” (HR.Al-Bukhori no.6521)&lt;br /&gt;Masyarakat&lt;br /&gt;Pendidikan generasi merupakan aktivitas yang berkelanjutan tanpa akhir dan sepanjang hayat manusia. Oleh karena itu, pola pendidikan Islam tidak berhenti dan terbatas pada pendidikan formal (sekolah), namun justru pendidikan generasi Islami yang bersifat non formal di tengah masyarakat harus beratmosfer Islam pula. Kajian tsaqofah islam serta ilmu pengetahuan dan sarana penunjangnya menuntut peran aktif dari masyarakat pula. Ada beberapa peran yang bisa dimainkan masyarakat sebagai pilar penopang pendidikan generasi islami yaitu sebagai control penyelenggaraan pendidikan oleh negara dan laboratorium permasalahan kehidupan yang kompleks.&lt;br /&gt;خذاالحكمة ممن سمعتموها فانه قديقول الحكمة غير الحكيم وتكون الرمية من غير رام&lt;br /&gt;“Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62))&lt;br /&gt;العلم ضالة المؤمن حيث وجده أخذه&lt;br /&gt;Hikmah laksana hak milik seorag mukmin yang hilang. Dimanapun ia mejumpainya, disana ia mengambilnya (HR. Al-Askari dari Anas ra)&lt;br /&gt;Madrasah&lt;br /&gt;Tempat untuk mengkaji keilmuan lebih intensif dan sistematis terletak pada Madrasah. Semasa Rasulullah SAW, masjid-masjid yang didirikan kaum muslimin menjadi lembaga pendidikan formal bagi semua manusia. Didalamnya tidak semata-mata membahas ilmu diniyah, namun juga ilmu terapan. Rasulullah menjadikan masjid untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam, tapi penyusunan strategi perang pun juga seringkali dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat didalam masjid. Sedangkan dimasa modern saat ini pendidikan bisa dialihkan yang semula masjid ke tempat dengan fasilitas yang menunjang dalam proses pembelajaran lebih efektif baik itu sekolah maupun perguruan tinggi. Hal ini sah-sah saja dan tidak bisa dianggap sebagai upaya memisahkan anak didik dari masjid.&lt;br /&gt;Peradaban Islam mengalami puncak  kegemilangan pada saat Bani Abbasiyah memegang tampuk kekuasaan dalam system pemerintah Khilafah Islamiyah. Sepanjang pemerintahan Khilafah Abbasiyah, perhatian sangat besar diberikan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan pola pendidikan islami. Sejarah mencatat berdirinya Bait Al-Hikmah sebagai madrasah dengan jenjang pendidikannya yang sistematis. Bait Al-Hikmah dibangun oleh Khalifah Al-Ma’mun yang dikenal sebagai khalifah pencinta ilmu pengetahuan. Dari Bait Al-Hikmah inilah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang telah disebutkan sebelumnya. Juga Bait Al-Hikmah lah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang didatangi oleh semua orang dari segala penjuru dunia termasuk Barat. Dan munculnya Renaissance di Eropa terjadi setelah banyak orang Eropa menggali ilmu pengetahuan dari bait Al-Hikmah.&lt;br /&gt;Sistematika pendidikan islam yang bisa diterapkan dalam madrasah dikelompokkan secara berjenjang (marhalah) yang harus memperhatikan fakta anak didik di setiap tingkatan. Tentunya bobot yang diberikan disetiap tingkatan memiliki komposisi yang berbeda namun proporsional. Sedangkan keberhasilan sistematika pendidikan islami yang ada pada madrasah tergantung pada para tenaga pendidiknya. Perkembangan sikap dan pemahaman yang terdapat pada anak didik merupakan tanggung jawab terbesar pada para tenaga pendidik. Lebih dari itu, syakhsiyah Islamiyah yang dicita-citakan pada anak didik menjadi sempurna apabila para tenaga pendidiknya lebih dahulu memiliki syakhsiyah islamiyah tersebut dan mampu meningkatkan secara berkelanjutan. Madrasah meletakkan harapan besar kepada para tenaga pendidik untuk memberikan proses yang tidak sekadar transfer of knowledge tapi juga cultivate of spirit and value. Maka dari itu arti guru yaitu digugu dan ditiru benar-benar bisa terlaksana dan terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;Negara&lt;br /&gt;Negara sebagai pilar penopang bisa mewujudkan pola pendidikan Islami akan lebih optimal, efektif dan sempurna jika didukung dengan semua kebijakan yang dikeluarkan terhadap aspek kehidupan ini berlandaskan syari’at Islam. Peran yang bisa diambil oleh Negara dalam mewujudkan pola pendidikan Islami diantaranya :&lt;br /&gt;Menyusun kurikulum berdasarkan aqidah islam untuk semua institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi). Filterisasi terhadap paham-paham sesat dan menyesatkan bisa dijalankan melalui standar kurikulum Islami. Sehingga harapannya tidak lagi masuk di materi sekolah tentang teori Darwin, ekonomi ribawi, serta filsafat liberal-sekuler dan lainnya yang tidak sesuai dengan Aqidah Islam.&lt;br /&gt;Seleksi dan kontrol ketat terhadap para tenaga pendidik. Penetapan kualifikasi berupa ketinggian syakhsiyah islamiyah dan kapabilitas mengajar. Jika sudah didapatkan tenaga pendidikan yang sesuai kualifikasi, negara harus menjamin kesejahteraan hidup para tenaga pendidik agar mereka bisa focus dalam penelitian dan pengembangan ilmu bagi anak didik dan tidak disibukkan aktivitas mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;Menyajikan content pendidikan dengan prinsip al Fikru lil Amal (Link and Match / ilmu yang bisa diamalkan). Artinya jangan sampai isi materi pendidikan tidak membumi (tidak bisa diterapkan) sehingga tidak berpengaruh dan tidak memotivasi anak didin untuk mendalaminya.&lt;br /&gt;Tidak membatasi proses pendidikan dengan batasan usia dan lamanya belajar. Karena hakekat pendidikan adalah hak setiap manusia yang harus dipenuhi oleh Negara. Allah mengamanahkan penguasa negara untuk benar-benar memenuhi kebutuhan umat tanpa syarat termasuk pendidikan.&lt;br /&gt;الامام راع وهو مسؤول عن رعيته&lt;br /&gt;“Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala, dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya.” (HR. Ahmad, Syaikhan, Tirmidzi, Abu Dawud, dari Ibnu Umar)&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Abdurrahman, Hafidz., Membangun Kepribadian Pendidik Umat, WADI Press, 2008Ahmed, Shabir., Anas Abdul Muntaqim., Abdul Satar., Islam dan Ilmu Pengetahuan, Penerbit Al-Izzah, 1999&lt;br /&gt;Al-Baghdadi, Abdurrahman., Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam, Penerbit Al-Izzah, 1996&lt;br /&gt;Asari, Hasan., Menyingkap Zaman Keemasan Islam : Kajian Atas Lembaga-Lembaga Pendidikan, Mizan, 1994&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia, Membangun Generasi Berkualitas Dengan Perspektif Islam, 2003&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia, Generasi Cerdas, Generasi Peduli Bangsa : Solusi Tuntas Krisis Kepemimpinan, Proceedings Lokakarya Pendidikan Nasional, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;Lukman, H. Fahmy. Syariat Islam dalam Kebijakan Pendidikan, www.icmimuda.org, 2006&lt;br /&gt;Yasin, Abu., Strategi Pendidikan Negara Khilafah, Pustaka Thariqul Izzah, 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-6832679393952155366?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/6832679393952155366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=6832679393952155366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6832679393952155366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6832679393952155366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/pendidikan.html' title='Pendidikan'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPp6FE_qIBI/AAAAAAAAAFA/prRaGWkq8TM/s72-c/muslimah-watashiwa_01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-210583008948045053</id><published>2008-10-17T12:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T12:36:51.126-07:00</updated><title type='text'>Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPjpGxWcdkI/AAAAAAAAAEY/4g5DiVZ66dw/s1600-h/Need_for_khilafah_full.jpg1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258208867491018306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPjpGxWcdkI/AAAAAAAAAEY/4g5DiVZ66dw/s320/Need_for_khilafah_full.jpg1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Mempelajari al-Quran Bagi Kaum Muslimin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an adalah senjata sakti andalan Rasulullah saw. yang diturunkan pertama kali oleh Allah SWT pada bulan Ramadlan yang penuh berkah (lihat QS. Al Baqarah 185), tepatnya pada malam kemuliaan, lailatul qadar (lihat QS. Al Qadar 1).&lt;br /&gt;Kitab Al Qur'an ini adalah kitab yang paling memberikan pengaruh kepada kehidupan umat manusia selama lima belas abad terakhir ini. Seorang orientalis, H.R. Gibb mengatakan: "Tidak ada seorang pun dalam seribu lima ratus tahun terakhir telah memainkan alat bernada nyaring yang demikian mampu dan berani, dan demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang dibaca Muhammad (al-qur'an)"&lt;br /&gt;Bagaimana hal itu terjadi? Jawabannya: lebih dari tiga belas abad Al Qur'an menjadi pedoman negara terbesar di dunia, Khilafah Islamiyyah, sejak masa Khulafaur Rasyidin pada abad ke tujuh hingga runtuhnya Khilafah pada tahun 1924, dalam mengatur kehidupan umat manusia. Sebagai negara yang paling berpengaruh di dunia, negara Khilafah Islamiyyah sangat mempengaruhi trend kehidupan masyarakat dunia. Barulah khilafah berangsur melemah pengaruhnya setelah mengalami stagnasi, khususnya setelah masuk dalam cikal bakal Liga Bangsa-bangsa pada tahun 1856 dan menanggalkan politik luar negeri Islamnya, yakni dakwah dan jihad fi sabilillah. Dan setelah runtuhnya khilafah Islamiyyah, hilang pula pengaruhnya. Akibatnya, Al Qur'an pun tinggal menjadi bacaan ibadah atau nyanyian merdu yang dilagukan dalam kesempatan-kesempatan tertentu. Meski demikian hingga hari ini, alhamdulillah Al Qur'an masih dibaca dan dipelajari.&lt;br /&gt;Apa urgensi mempelajari Al Qur'an?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Mempelajari Al Qur'an untuk ibadah&lt;br /&gt;Al Qur'an adalah kitabullah yang membacanya dinilai ibadah.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw. diriwayatkan pernah bersabda:&lt;br /&gt;"Bukanlah kukatakan alif-lam-mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf. Masing-masing huruf diberi pahala sepuluh kebajikan".(Al Hadits )&lt;br /&gt;Tidak seperti bacaan lain, membaca al-qur'an, baik mengerti atau tidak artinya, dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, kaum muslimin selayaknya setiap hari selalu membaca al-qur'an. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"...Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-qur'an..." (QS. Al Muzammil 20).&lt;br /&gt;Bahkan al-Qur'an satu-satunya kitab yang diperintahkan untuk dibaca secara tartil, perlahan-lahan dan berirama. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Dan bacalah al-qur'an itu dengan tartil " (QS. Al Muzammil 4).&lt;br /&gt;Mempelajari dan memahami al-Qur'an serta mengajarkannya adalah ibadah yang sangat tinggi nilainya. Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;"Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-qur'an." (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ashabus Sunan).&lt;br /&gt;Berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari tafsir-tafsir serta hukum-hukum al-Qur'an sangat dianjurkan, terutama pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;"Dan tiada berkumpul suatu kaum di dalam suatu rumah Allah mereka membaca Kitab dan mempelajarinya bersama-sama (tadaarus) melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan hamba-hambaNya yang ada di sisiNya." (HR Muslim).&lt;br /&gt;Adapun yang memelihara hafalan al-qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan akan mendapatkan kedudukan mulia di surga sesuai dengan tingkat hafalan dan amalannya. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;"Dikatakan kepada pengemban al-qur'an, 'Bacalah dan naiklah. Dan bacalah secara tartil seba- gaimana membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada di tingkat akhir dari bacaanmu' ." (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah,Ibnu Hibban dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Mempelajari Al Qur'an sebagai pedoman hidup&lt;br /&gt;Allah secara tegas menyebut bahwa tujuan diturunkannya Al Qur'an adalah sebagai petunjuk bagi kehidupan seluruh umat manusia. Dia berfirman:&lt;br /&gt;"Bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)" (QS. Al Baqarah 185).&lt;br /&gt;Sebagai petunjuk hidup Al Qur'an memang menjelaskan segala sesuatu. Allah menyatakan:&lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan kepadamu Kitab Al Qur'an untuk menjelaskan segala sesuatu (tibyanan likulli syai') dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslimin".(QS. An Nahl 89).&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, berikut ini kami suguhkan paparan Al Qur'an berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan.&lt;br /&gt;1. Aspek aqidah/iman;&lt;br /&gt;yakni berkaitan dengan pandangan hidup yang mesti dimiliki manusia tentang dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." (QS. Al Mulk 2).&lt;br /&gt;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. al-Qashash 77).&lt;br /&gt;2. Aspek ibadah;&lt;br /&gt;seperti shalat, shaum, zakat, hajji, doa, dll.&lt;br /&gt;"Dan dirikanlah shalat sesungguhnya shalat itu mencegah (pelakunya) dari (perbuatan-perbuatan) yang keji dan mungkar" (QS. Al Ankabut 45).&lt;br /&gt;"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka," (QS. At Taubah 103)&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS. Al Baqarah 183)&lt;br /&gt;3. Aspek akhlaq,&lt;br /&gt;seperti adil, bersikap baik, lemah lembut, tidak sombong, dll.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan…" (QS. An Nahl 90)&lt;br /&gt;"Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik" (QS. Al Furqan 63).&lt;br /&gt;4. Aspek makanan dan pakaian,&lt;br /&gt;"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu" (QS. Al Maidah 88).&lt;br /&gt;"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan" (QS. Al A'raf 26)&lt;br /&gt;"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mumin:'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka' " (QS. Al Ahzab 59).&lt;br /&gt;5. Aspek ekonomi,&lt;br /&gt;"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (QS. Al Baqarah 275).&lt;br /&gt;"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah…" (QS. Al Baqarah 276).&lt;br /&gt;"…supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…" (QS. Al Hasyr 7).&lt;br /&gt;6. Aspek kemasyarakatan,&lt;br /&gt;"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dan daripadanyaAllah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…" (QS. An Nisa 1).&lt;br /&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal" (QS. Al Hujurat 13).&lt;br /&gt;7. Aspek politik dan pemerintahan,&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allahdan hari kemudian" (QS. An Nisa 59).&lt;br /&gt;8. Aspek militer,&lt;br /&gt;"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu," (QS. Al Anfal 60)&lt;br /&gt;9. Aspek pendidikan/ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Mujaadilah 11),&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? 'Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima penjelasan" (QS. Az Zumar 9).&lt;br /&gt;10. Aspek penegakkan hukum,&lt;br /&gt;"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya" (QS. Al Maidah 38).&lt;br /&gt;Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa (QS. Al Baqarah 179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;Dengan sangat jelasnya paparan ayat-ayat Al Qur'an dan kemenyeluruhan cakupannya, Al Qur'an benar-benar mampu memecahkan segala persoalan kehidupan manusia dalam seluruh aspek kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Nash-nash syara' inilah yang telah mendorong para sahabat gemar menyibukkan diri dalam membaca, mempelajari, menghafalkan, dan mengamalkan al-Qur'an. Isi dan irama al- Qur'an telah membekas dalam jiwa dan pikiran mereka. Mereka adalah generasi pengemban al- Qur'an yang telah merealisasikan isi kandungannya dalam kehidupan serta menyebarkan dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;Jika kaum muslimin hari ini ingin memimpin dunia maka mereka harus menempatkan al-Qur'an pada kedudukan yang sebenarnya. Untuk itu mereka harus benar-benar mempelajari dan memahami Al Qur'an sebagaimana adanya, bukan ditakwil-takwilkan, bukan disimpang-simpangkan. Persoalannya, siapa yang mau mempelajari Al Qur'an? Perhatikan firman Allah:&lt;br /&gt;ٍDan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al Qamar 17). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-210583008948045053?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/210583008948045053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=210583008948045053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/210583008948045053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/210583008948045053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/al-quran.html' title='Al Qur&apos;an'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPjpGxWcdkI/AAAAAAAAAEY/4g5DiVZ66dw/s72-c/Need_for_khilafah_full.jpg1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-8581345116253512636</id><published>2008-10-17T12:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T12:32:50.450-07:00</updated><title type='text'>waspadalah</title><content type='html'>Waspadailah Upaya Meliberalkan Ajaran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPjoNOynnyI/AAAAAAAAAEQ/X2Oodd58mbs/s1600-h/wolverin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258207878961405730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPjoNOynnyI/AAAAAAAAAEQ/X2Oodd58mbs/s320/wolverin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa waktu yang lalu kaum Muslim dikejutkan dengan berita penyelenggaraan ibadah shalat Jumat di sebuah gereja di Amerika. Imam dan khatibnya seorang perempuan bernama Aminah Wadud. Makmumnya laki-laki dan perempuan. Mereka berada pada shaf yang sama, tanpa pembatas. Jamaah perempuan mengenakan kerudung dan baju potongan. Ada juga perempuan yang sekaligus menjadi muazinnya, yang hanya mengenakan baju atasan dan celana panjang, dengan rambut tanpa penutup.&lt;br /&gt;Sebelumnya, berbagai lembaga keislaman di sana menolak, bahkan ada yang berunjuk rasa. Karenanya, tempat pelaksanaannya dirahasiakan, baru diberitahukan secara umum pada menit-menit terakhir menjelang pelaksanaan. Bagaimana sebenarnya duduk perkara masalah ini?&lt;br /&gt;Tinjauan Hukum Islam&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kasus tersebut, dalam tinjauan hukum Islam ada beberapa hal yang penting untuk didudukkan. Pertama, hukum perempuan menjadi imam shalat bagi jamaah laki-laki. Ada satu Hadis Nabi saw. yang berkaitan dengan Ummu Waraqah. Disebutkan bahwa:&lt;br /&gt;«وَأَذِنَ لَهَا أَنْ تَؤُمَّ أَهْلَ دَارِهَا»&lt;br /&gt;Nabi saw. mengizinkannya (Ummu Waraqah) untuk menjadi imam bagi penghuni rumahnya. (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;Hadis ini bersifat umum. Jika hanya hadis ini saja yang digunakan, mungkin saja ada yang memahami bahwa perempuan boleh menjadi imam bagi penghuni rumahnya (termasuk laki-laki). Namun, ada hadis lain yang menyatakan:&lt;br /&gt;«وَأَذِنَ لَهَا أَنْ تَؤُمَّ نِسَاءَ أَهْلِ دَارِهَا»&lt;br /&gt;Nabi saw. mengizinkannya (Ummu Waraqah) untuk menjadi imam bagi kaum wanita penghuni rumahnya. (HR ad-Daruquthni).&lt;br /&gt;Dalam hadis tersebut dinyatakan, bahwa yang diizinkan untuk diimami wanita itu adalah kaum wanita juga. Hal ini lebih ditegaskan oleh sabda Nabi saw.:&lt;br /&gt;«لاَتَؤُمَنَّ المَرْأَةُ رَجُلاً»&lt;br /&gt;Hendaknya tidak sekali-kali wanita menjadi imam bagi laki-laki. (HR. Ibn Majah).&lt;br /&gt;Berdasarkan kaidah ushul fikih, "I'mâl ad-dalîlayn awlâ min ihmâl ahadihimâ (Menggunakan dua dalil adalah lebih baik ketimbang mengabaikan salah satunya)," maka semua dalil di atas harus disatukan. Artinya, sekalipun hadis pertama bersifat umum, keumuman tersebut dijelaskan oleh hadis lainnya bahwa wanita boleh menjadi imam jika makmumnya hanya wanita. Berdasarkan hal ini, pendapat yang membolehkan wanita menjadi muazin dan imam shalat bagi kaum pria merupakan pendapat yang lemah dan tidak bisa digunakan sebagai pijakan.&lt;br /&gt;Kedua, mengenai hukum wanita menjadi imam/khatib Jumat. Secara umum hal itu harus dikembalikan pada status hukum shalat Jumat itu sendiri bagi kaum wanita. Bagi wanita, shalat Jumat jelas tidak wajib; kewajiban tersebut telah ditetapkan oleh Islam hanya untuk kaum pria. Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;«اَلْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةٍ عَبْدٌ مَمْلُوْكٌ أَوْ اِمْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيْضٌ»&lt;br /&gt;Jumat itu merupakan hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim dalam suatu jamaah, kecuali terhadap empat orang: budak yang dimiliki (tuannya), kaum wanita, anak-anak, atau orang yang sakit. (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;Sementara itu, khutbah dalam shalat Jumat merupakan salah satu rukun yang telah disepakati kewajibannya oleh para fukaha. Umumnya para fukaha mengaitkan status khatib dengan imâmah shalat Jumat. Artinya, orang yang layak menjadi imam shalat Jumat, dialah yang juga layak menjadi khatib. Dengan kata lain, hanya kaum prialah yang layak menjadi imam/khatib shalat Jumat, yang notabene seluruh jamaahnya adalah kaum pria, karena memang shalat jamaah Jumat tersebut hanya wajib bagi kaum pria.&lt;br /&gt;Di sisi lain, selama masa Rasulullah saw. kaum perempuan menutup aurat mereka, kecuali muka dan telapak tangan; shafnya pun dipisahkan dari laki-laki. Dengan demikian, jelaslah bahwa yang dilakukan oleh Aminah Wadud yang berpaham liberal itu dalam melakukan ibadah shalat Jumat tersebut tidak berasal dari syariat Islam.&lt;br /&gt;Tinjauan Politik&lt;br /&gt;Apakah pelaksanaan shalat Jumat seperti yang dipromosikan Aminah Wadud didasarkan pada upaya pelaksanaan aturan Islam? Jawabannya jelas: Bukan! Hal ini ditunjukkan oleh banyak realitas.&lt;br /&gt;Pertama, secara umum telah diketahui bahwa kaum liberal dikenal sebagai para penentang syariat Islam. Bahkan, ada pentolan kaum liberal di Indonesia yang mengatakan shalat Jumat tidak wajib. Di sisi lain, peserta ’Jumatan’ saat itu hanya 100 orang. Pelaksanaannya diumumkan, tetapi tempatnya dirahasiakan, dan baru diumumkan menjelang pelaksanaan. Pelaksanaan acara tersebut lalu diberitakan secara besar-besaran oleh media Barat, seperti CNN Amerika dan BBC Inggris, yang dikutip oleh media massa Indonesia. Karena itu, aktivitas tersebut tidak boleh dipandang selain sebagai upaya propaganda terbuka untuk menentang syariat Islam yang telah dilaksanakan terus-menerus lebih dari 1400 tahun.&lt;br /&gt;Kedua, aktivitas itu hanya dilakukan saat itu. Kalau mereka konsisten, sejatinya mereka akan menuntut agar shalat Jumat diwajibkan bagi perempuan, bukan sekadar menjadi imam/khathib. Lebih dari itu, jika mereka memang konsisten menuntut kesamaan dengan kaum laki-laki, mengapa mereka tidak menuntut agar kewajiban memberi nafkah diwajibkan atas perempuan; tidak menuntut agar shalat tetap diwajibkan bagi perempuan sekalipun sedang haid atau nifas; tidak menuntut apa saja yang diwajibkan atas laki-laki agar diwajibkan pula atas perempuan? Aminah Wadud sendiri menegaskan, bahwa aktivitas itu dilakukan hanya untuk menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan itu sama.&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa aktivitas ini hanyalah salah satu cara yang dipilih untuk mempromosikan liberalisme (kebebasan) dan meninggalkan aturan Islam dalam kaitannya dengan hubungan pria dan wanita. Semangat aksi tersebut bukan untuk mempraktikkan Islam, seberapa pun kecil dan lemah argumentasinya. Namun, tujuannya adalah untuk mempertontonkan arogansi (kesombongan) feminisme, dengan menjadikan ide feminisme sebagai sumber dan logika hukum.&lt;br /&gt;Serangan Peradaban Barat&lt;br /&gt;Setelah negara-negara Barat sekular gagal melenyapkan Islam ideologis dari tubuh kaum Muslim dengan cara militer dan politik, mulailah mereka melakukan serangan peradaban. Liberalisme (kebebasan), salah satu pilar peradaban Barat, lalu dicekokkan ke dalam tubuh kaum Muslim. Lalu mulailah mereka berupaya menyimpangkan akidah dan syariat Islam dengan senjata liberalisme pemikiran. Itulah sebabnya, mengapa upaya meliberalkan ajaran Islam dimulai dan dipelopori oleh dunia Barat seperti Amerika, lalu diikuti oleh para pengikutnya di Dunia Islam.&lt;br /&gt;Upaya Barat untuk meliberalkan Islam ditempuh, misalnya, dengan cara menafsirkan Islam dengan menggunakan kacamata peradaban Barat seperti pluralisme dan feminisme (emansipasi). Berdasarkan pluralisme ini muncullah paham bahwa semua agama sama; semuanya merupakan jalan menuju Tuhan yang satu. Karenanya, disatukanlah agama Islam dengan peribadatan Kristen. Ibadah Jumat pun diadakan di gereja. Yang perlu dicermati, mengapa acara itu diizinkan diadakan di gereja, padahal bukankah dalam Kristen pun tidak pernah dikenal pastor perempuan?&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan paham feminisme, laki-laki dan perempuan hendak disamakan. Berdasarkan cara pandang ini lahirlah pendapat seperti: perempuan tidak perlu memakai kerudung dan jilbab, berpakaian saja seperti laki-laki; kalau laki-laki dapat shalat dengan mengenakan kemeja dan celana panjang, perempuan pun bisa; pemisahan laki-laki dan perempuan dalam shaf tidak adil, karenanya campur-baur shaf ketika shalat harus dilakukan; jika laki-laki boleh menjadi imam, perempuan pun mampu melakukannya. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Padahal Allah SWT telah membebankan hukum syariat kepada manusia sama, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka sama-sama diperintahkan memiliki akidah yang lurus, shalat, dakwah, haji, mengoreksi penguasa, dan terikat dengan hukum syara lainnya. Balasan yang akan diterima pun sama. Ketika terdapat hukum yang dibebankan atas laki-laki dan perempuan berbeda, itu adalah jalan menuju penyelesaian problematika manusia. Ingatlah, Allah SWT lebih tahu atas manusia daripada manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam ’perbedaan bentuk hukum’ ini kesamaannya terletak pada nilai amal di sisi Allah SWT. Sebagai contoh: laki-laki yang mencari nafkah mendapatkan pahala, dan perempuan yang menjadi ibu dan pengatur rumahtangga juga mendapatkan pahala; perempuan yang shalat di shaf belakang juga memiliki nilai yang sama di sisi Allah dengan laki-laki yang shalat di shaf depan. Perbedaan seperti itu tidak berarti menunjukkan perbedaan derajat, melainkan menunjukkan perbedaan peran yang diberikan oleh Allah Yang Mahatahu.&lt;br /&gt;Cara pandang inilah yang tidak dimiliki Barat. Ideologi dan peradaban Barat yang menjadi jiwa kaum liberal memang gagal memahami hubungan laki-laki dan perempuan tersebut. Akibatnya, ketika Islam diterawang dengan kacamata peradaban Barat, maka hukum-hukum Islam dipelintir atau dicocok-cocokkan dengan Barat, bahkan akhirnya diinjak-injak.&lt;br /&gt;Demikianlah, jika umat Islam tidak menjaga ajaran Islam maka proses pelenyapan hukum Islam—hingga hukum shalat sekalipun—oleh musuh Islam akan terus berlangsung. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;«لَيُنْقَضَنَّ عُرَى اْلإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ»&lt;br /&gt;Sungguh, akan terlepas aturan dan syiar Islam ('ura al-Islâm) sehelai demi sehelai. Ketika terlepas suatu aturan, manusia akan bergantung pada aturan berikutnya. Awal dari ’ura al-Islâm tersebut adalah hukum/pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat. (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;Kaum Muslim telah diingatkan oleh Nabi saw. bahwa suatu ketika akan ada para penyeru ke neraka dengan menggunakan bahasa agama. Ketika hal ini muncul seperti sekarang, maka umat Islam diperintahkan meninggalkan mereka serta berpegang pada Islam dan pemimpin kaum Muslim (Imam/Khalifah). Jika Imam/Khalifah tidak ada, umat Islam wajib untuk terus berjuang mengembalikannya. Sebab, hanya Imam/Khalifahlah yang akan dapat menjaga dan memelihara Islam dan hukum-hukumnya dari berbagai serangan orang-orang kafir musuh-musuh Islam. Allâhu akbar! [] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-8581345116253512636?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/8581345116253512636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=8581345116253512636' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/8581345116253512636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/8581345116253512636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/waspadalah.html' title='waspadalah'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPjoNOynnyI/AAAAAAAAAEQ/X2Oodd58mbs/s72-c/wolverin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-5090922050722809072</id><published>2008-10-14T21:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T21:47:18.557-07:00</updated><title type='text'>DAKWAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPV1cVcaM3I/AAAAAAAAADY/CLvtnaoEeSk/s1600-h/K_SPLASH.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPV1cVcaM3I/AAAAAAAAADY/CLvtnaoEeSk/s320/K_SPLASH.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257237269678011250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;" class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;DAKWAH ISLAM: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Antara &lt;i&gt;Tharîqah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Uslûb&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Washîlah&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;  &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ideologi secara umum dapat didefinisikan sebagai serangkaian konsep hubungan dan keyakinan yang memberikan dasar bagi sistem politik, ekonomi, dan kemasyarakatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian, kita memahami bahwa ideologi apapun mempunyai dua komponen pokok: (1) ide (&lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt;); (2) metode (&lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ide (&lt;i&gt;Fikrah&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Terma ide (&lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt;) dapat diterjemahkan sebagai pemikiran. Pemikiran yang paling mendasar adalah doktrin tentang landasan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu doktrin tentang akidah. Seluruh pemikiran dan sistem yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan terpancar dari—dan ditentukan oleh—akidah. Dengan demikian,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ide/pemikiran—yang menjadi satu dari dua komponen pokok sebuah ideologi—adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemikiran yang dibangun di atas akidah. Dalam konteks ideologi, ide terdiri dari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Akidah atau doktrin itu sendiri yang merupakan landasan pemikiran tentang alam, manusia, dan kehidupan. Allah SWT berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 dir="rtl"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Katakanlah, “Allah itu Esa.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS al-Ikhlash [112]: 1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Ayat di atas merupakan ide/pemikiran yang berkaitan langsung dengan akidah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Peraturan/hukum-hukum yang muncul dari akidah. Hukum-hukum (&lt;i&gt;ahk&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;âm&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;) itu diturunkan dari akidah (doktrin) dan digunakan untuk memecahkan problema kehidupan secara keseluruhan. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 dir="rtl" style="margin-right: -1.4pt; text-align: right; text-indent: 0cm;" align="left"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;وَاَحَلَ اللهُ اْلبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b&gt;(QS al-Baqarah [2]: 225).&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Ayat tersebut menghasilkan pemikiran yang berkaitan dengan interaksi yang spesifik, yakni interaksi ekonomi dan kerjasama. Ayat-ayat yang lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada yang berkaitan dengan kondisi yang diperlukan untuk mendirikan khilafah, menjelaskan tentang khalifah, dsb. Ada juga yang berkaitan dengan tata hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat, transaksi bisnis, makanan, pakaian, dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Metode (&lt;i&gt;Tharîqah&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Metode (&lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;) adalah cara untuk merealisasikan ide sehingga sebuah ideologi menjadi aplikatif (membumi), tidak menjadi falsafah kosong. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Rasulullah saw. tidak hanya sekadar menjadi penyampai berbagai penjelasan Tuhannya semata, tetapi juga menjadi seorang hakim pelaksana atas berbagai penjelasan tersebut. Rasulullah saw., misalnya, tidak hanya sekadar menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disembah, tetapi juga berusaha agar hal itu bisa direalisasikan ke dalam dunia nyata. Beliau menyeru umat manusia ke jalan Allah, sementara pada saat yang sama, komunitas para sahabat bekerja bersama-sama beliau untuk mendirikan Daulah Islamiyah di Makkah. Dengan begitu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beliau dapat mewujudkan suatu institusi yang tegak di atas keimanan. Institusi inilah yang secara praktis menerapkan Islam, sekaligus memberikan sanksi kepada setiap orang yang keluar dari kerangka akidah dan sistem Islam. Institusi inilah yang juga berusaha menyebarkan Islam dengan metode dakwah dan jihad. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" style="text-indent: 14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode mencakup: (1) Aplikasi atas ide; (2) Pemeliharaan akidah; (3) Penyebaran ideologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hukum-hukum di seputar tegaknya Daulah Islamiyah dan usaha untuk mendirikannya, &lt;i&gt;‘uqûbât&lt;/i&gt;, jihad,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ataupun amar makruf nahi mungkar semuanya merupakan hukum-hukum syariat yang bersifat praktis. Hukum-hukum tersebut telah ditetapkan oleh syariat untuk menjaga, memelihara, menyebarkan, serta mendakwahkan akidah dan sistem Islam—agar keuniversalan keduanya dapat tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Suatu aksi akan dipandang sebagai bagian dari metode jika ada justifikasi yang berasal dari dalil. Sebagai contoh, jihad. Jihad merupakan metode yang memiliki banyak aktivitas cabang; masing-masing memiliki landasan dalil. Contohnya adalah melakukan perang ofensif dan mendakwahkan Islam kepada mereka yang menjadi lawan berperang kita. Semua itu didasarkan pada dalil-dalil yang ada. Inilah jalan yang dilakukan dan ditempuh oleh Rasulullah. Karenanya, semua aksi itu secara kesluruhannya terlarang untuk dimodifikasi (ditambah, dikurangi, atau diubah).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dengan demikian, jelaslah bahwa ide (&lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt;) dan metode (&lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;) merupakan komponen dari suatu ideologi. Oleh karenanya, keduanya mesti dipegang secara kuat dan dengan keyakinan penuh. Tidak boleh hanya mengambil &lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt; sembari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengabaikan &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; ataupun sebaliknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah SWT berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah engkau akan mengimani sebagian dari al-Quran dan mengingkari sebagian yang lainnya? Tidak ada balasan bagi orang yang melakukan hal itu kecuali kehinaan di dunia dan di Hari Kiamat kelak akan dikembalikan pada azab yang pedih. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS al-Baqarah [2]: 85).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Seandainya tidak ada hukum-hukum yang menjelaskan tentang tatacara melindungi, menerapkan, dan menyebarkan hukum-hukum yang berkaitan dengan akidah dan sistem Islam, Islam pasti akan stagnan (beku), tidak bergerak, tidak akan sampai kepada kita, dan tidak akan tersebar ke seluruh dunia; Islam pun pasti hanya akan menjadi sekumpulan nasihat dan petunjuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semata sebagaimana halnya agama Nasrani yang cukup dengan seruan, “Janganlah kamu berzina dan tertarik dengan istri tetanggamu,” tanpa ada peraturan lain yang memungkan seruan tersebut bisa dilaksanakan di dunia nyata. Seandainya demikian kenyataannya, Islam pun pasti tidak akan memiliki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengaruh yang signifikan bagi kehidupan, dan akan membutuhkan sejumlah pemikiran praktis yang lain—di luar Islam—dalam upaya menerapkan hukum-hukum yang tidak mampu Islam terapkan; meskipun dengan gambaran yang salah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Di dalam Islam, zina, misalnya, merupakan suatu perbuatan yang haram. Sesuatu yang dapat mencegah terjadinya hubungan yang haram ini tidak lain adalah hukum-hukum syariat yang lain yang berkaitan dengannya, yaitu &lt;i&gt;‘uqûbah&lt;/i&gt; atau sanksi (berupa hukuman cambuk atau rajam, &lt;i&gt;red&lt;/i&gt;.) bagi pezina yang secara praktis diterapkan oleh Daulah Islamiyah. Dalam hal ini, syariat Islam telah menjelaskan hukum zina melalui firman Allah berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: right;" align="left"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Janganlah kalian mendekati zina karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;. &lt;b&gt;(QS al-Isra’ [17]: 32).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Syariat Islam juga telah menjelaskan hukuman bagi pelaku zina melalui ayat berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="left"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Perempuan yang berzina maupun laki-laki yang berzina, deralah masing-masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seratus kali deraan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS an-Nur [24]: 2).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Lebih dari itu, syariat Islam juga telah menjelaskan pihak yang melaksanakan hukuman tersebut dan mengurusi penerapannya melalui sabda Rasulullah saw. berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="margin: 0cm 14.2pt 0.0001pt 0cm; text-align: right;" align="left"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;»&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;ادْرَءُوا الْحُدُودَ عَنِ الْمُسْلِمِينَ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنْ كَانَ لَهُ مَخْرَجٌ فَخَلُّوا سَبِيلَهُ فَإِنَّ الإِْمَامَ أَنْ يُخْطِئَ فِي الْعَفْوِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يُخْطِئَ فِي الْعُقُوبَةِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;«&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jauhkanlah sanksi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;h&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;udûd &lt;i&gt;dari umat Islam semampu kalian. Jika kalian menemukan jalan keluar bagi seorang Muslim (agar ia terbebas dari sanksi &lt;/i&gt;&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;udûd&lt;i&gt;), lepaskanlah ia. Sesungguhnya penguasa yang salah dalam memberi maaf lebih baik daripada salah dalam memberlakukan sanksi. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR at-Turmudzi dan al-Hakim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Melalui hadis ini, Rasulullah saw. jelas telah menetapkan bahwa imam (penguasa)-lah yang menerapkan hukum tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Demikian juga dengan shalat. Dalam konteks shalat, sesungguhnya syariat Islam telah menjelaskan bahwa hukumnya adalah fardhu. Syariat Islam telah menjelaskan pula hukum di seputar sanksi bagi orang yang melalaikannya. Syariat Islam juga menjelaskan tentang pihak yang menerapkan sanksi, yaitu Daulah Islamiyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Uslûb &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;(Cara)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Uslûb&lt;/i&gt; (cara) adalah cabang dari metode (&lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Uslûb&lt;/i&gt; berbeda dengan &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;; ia tidak memiliki pijakan dalil secara khusus, tetapi mengikuti hukum &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;. Contohnya adalah dalam konteks jihad, yakni ketika Allah SWT memerintahkan kaum Muslim menyiapkan kekuatan apa saja yang mungkin dapat digunakan untuk menggentarkan, melawan, dan mengalahkan musuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Siapkanlah kekuatan yang mungkin kalian siapkan untuk (menghadapi) mereka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b&gt;(QS al-Anfal [8]: 60).&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Persiapan tersebut memerlukan banyak aktivitas seperti menggunakan cara pabrikasi senjata tertentu, mengadopsi gaya militer tertentu, dan sebagainya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua aktivitas itu secara implisit terkandung dalam kata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;siapkanlah&lt;/i&gt; sehingga tidak lagi memerlukan dalil-dalil untuk menjelaskan masing-masing dari aktivitas tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Contoh lain adalah perintah Allah dan Rasul-Nya untuk memilih seorang khalifah untuk seluruh kaum Muslim. Dalam proses pemilihan khalifah boleh jadi akan ditempuh pengadopsian suatu prosedur pemilihan dan pengumuman suara. Semua ini tidak memerlukan dalil khusus, tetapi cukup disandarkan pada keterangan umum dari perintah di atas, yaitu memilih khalifah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Walhasil, &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; adalah sekumpulan aktivitas cabang yang diasumsikan sesuai dengan suatu aktivitas pokok tanpa memerlukan dalil khusus. Pengadopsian cara berperang tertentu, prosedur pengumuman suara, aturan lalu lintas tertentu, pembagian kekuatan militer ke divisi dan subdivisi, dsb semuanya berhubungan dengan &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; tertentu dan hukumnya boleh diadopsi. Namun demikian, ketika &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; tertentu mutlak harus diadopsi, maka ia menjadi wajib hukumnya karena kaidah syariat menyatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 dir="rtl" style="text-align: right;" align="left"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;مَالاَ يَتِمُّ اْلوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ اْلوَاجِبُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;[&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Suatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dari kaidah tersebut kita dapat mengetahui bahwa tidak ada satu kewajiban untuk mengikuti satu &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; tertentu, kecuali ketika &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; tersebut harus diwujudkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuai dengan kaidah di atas, karena &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; bersifat kondisional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dengan alasan ini, &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; yang dipakai seseorang bisa saja berbeda dengan yang dipakai oleh orang lain dan bisa berubah dari satu situasi ke situasi yang lain. Karena itu, tidak bijaksana membatasi &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; tertentu sebagai standar. Sebab, &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; ditentukan oleh situasi dan kondisi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Satu &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; boleh jadi sangat berhasil pada satu situasi tetapi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;menjadi gagal total pada beberapa situasi yang lain. Karena itu pula, kita berkewajiban untuk berusaha keras mencari &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; yang paling efektif.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam banyak hal, &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; yang efektif akan berpelunag besar membuahkan hasil yang baik sekali, seperti manuver Khalid bin Walid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika menarik kembali pasukan pada perang Mu’tah yang membuahkan terselamatkannya pasukan kaum Muslim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari kerusakan yang parah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Membedakan &lt;i&gt;Tharîqah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Uslûb&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan meneliti sejarah dakwah, seseorang akan dapat mengetahui bahwa ada banyak keadaan yang menjelaskan perbedaan antara metode (&lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;) dan cara (&lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt;). Kita diperintahkan untuk mengadopsi dan menegakkan &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; tanpa ada deviasi sedikitpun, tetapi tidak diwajibkan untuk mengadopsi &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; tertentu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sunnah Rasulullah adalah bagian tak terpisahkan dari Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sunnah menjelaskan dan mendeskripsikan secara detil banyak &lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; yang diperintahkan dalam al-Quran. Penjelasan atas &lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt; tertentu adalah sama hukumnya dengan &lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt; itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contohnya adalah ibadah ritual. Allah telah memerintahkan bagaimana performa seseorang yang melaksanakan shalat dan haji secara detil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua aktivitas itu hukumnya sama dengan &lt;i&gt;fikrah-&lt;/i&gt;nya, yakni perintah untuk menunaikan shalat dan haji itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Untuk mengetahui mana dari aktivitas Rasulullah yang merupakan kewajiban, mana yang merupakan sunnah/anjuran, dan mana yang merupakan kemubahan maka ketentuan dalam ushul fikih perlu dijelaskan. Dengan mendalami aktivitas Rasul dalam berbagai tahapan dakwahnya akan ditemukan apakah suatu aktivitas merupakan bagian dari &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt;. Rasulullah menyampaikan Islam mengikuti &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Yang termasuk &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; dakwah Rasulullah saw.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah menyampaikan Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menggerakkan dakwah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Beliau menetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahap dakwah tertentu dengan aktivitas yang tidak beliau lakukan pada tahap sebelumnya yang disertai dengan ketekunan dan kesungguhan hati sekalipun hal itu berpotensi mendatangkan bahaya. Semua itu menjadi sejumlah bukti/dalil bahwa aktivitas tersebut merupakan kewajiban dan menjadi bagian dari &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Secara spesifik, pada tahap &lt;i&gt;awal&lt;/i&gt; sekali, Rasulullah teguh dalam memusatkan usaha untuk membina individu dalam &lt;i&gt;halqah-halqah&lt;/i&gt; dan mendidik masyarakat umum (&lt;i&gt;tatsqîf jama‘î&lt;/i&gt;). Ketabahan dan keberlanjutan beliau dalam melaksanakan aktivitas tersebut merupakan bukti/dalil yang memastikan bahwa mendidik masyarakat dan mendidik individu dengan Islam merupakan &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konsekuensinya, hal itu wajib diadopsi dan diikuti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pada tahap &lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt;, yang dilakukan oleh Rasulullah mencakup dua aktivitas. Keduanya tidak beliau lakukan pada tahap sebelumnya atau tahap pertama (tahap &lt;i&gt;tatsqîf&lt;/i&gt;) yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mengkritik berbagai perilaku buruk yang terjadi di masyarakat dalam bentuk yang dimandatkan oleh Islam. Rasulullah menyerang kecurangan dan penipuan dalam timbangan dan praktik pembunuhan anak perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Menyingkap rencana makar terhadap kaum Muslim semisal yang terjadi selama peperangan antara Romawi dan Persia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Semua itu mengindikasikan bahwa menyingkap rencana orang-orang kafir dan membongkar isu di masyarakat dengan dasar Islam merupakan bagian dari &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berbagai macam aksi Rasulullah saw. pada tahap kedua yang tidak beliau lakukan pada tahap pertama mengindikasikan bahwa sejumlah aktivitas itu merupakan aktivitas yang spesifik yang mesti ada pada tahap kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada tahap &lt;i&gt;ketiga&lt;/i&gt;, Rasulullah saw.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berupaya mencari perlindungan (&lt;i&gt;thalab an-nushrah&lt;/i&gt;) bagi dakwah Islam. Beliau berkeras hati dan terus melakukan upaya ini. Beliau, misalnya, mengutus Mush‘ab bin Umair ke Madinah. Semua itu mengindikasikan bahwa mencari perlindungan bagi dakwah Islam merupakan bagian dari &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menyampaikan dakwah Islam serta mengintroduksi dan menumbuhkan &lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt; Islam tentang kehidupan sekaligus mengubah kehidupan perlu dilakukan sejak tahap pertama dakwah. Kemudian, pada tahap kedua, dakwah juga perlu dibarengi dengan mengungkap rencana makar (&lt;i&gt;kasyf al-khuththath&lt;/i&gt;) orang-orang kafir (musuh Islam) terhadap kaum Muslim dan mengangkat berbagai isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan landasan Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah itu, perlu usaha untuk menegakkan negara Islam. Aktivitas ini terkait dengan fase ketiga dari dakwah Islam. Semua ini merupakan bagian dari &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; dakwah Rasulullah saw. Keteguhan beliau dalam melakukan semua itu mengindikasikan bahwa semua aksi itu wajib dilakukan dalam mendakwahkan Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalil dari semua aksi tersebut adalah firman Allah berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h6 dir="rtl" style="text-align: right;" align="left"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sungguh telah terdapat dalam diri Rasul suri teladan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b&gt;(QS al-Ahzab [33]: 21).&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Imam al-Qarafi mengkhususkan satu bagian dalam buku beliau, &lt;i&gt;Al-Furûq&lt;/i&gt;. Pada bab tersebut beliau menjelaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam kapasitas beliau sebagai imam dan &lt;i&gt;qâdhî&lt;/i&gt; (hakim), yang tidak dapat dicontoh oleh siapapun kecuali dia adalah seorang imam atau &lt;i&gt;qâdhî&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demikian pula apa yang dilakukan oleh Rasul dalam kapasitasnya sebagai dai yang menyerukan Islam; merupakan kewajiban bagi semua pengemban dakwah Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan demikian, tatkala kita membawa pesan Islam, kita tidak boleh melakukan berbagai aktivitas perjuangan fisik (mengangkat senjata) sebelum berdirinya daulah (negara) Islam, karena hanya Daulah Islamiyah-lah yang boleh melakukan perjuangan fisik. Rasulullah hanya melakukan aktivitas perjuangan fisik setelah beliau menjadi kepala negara Islam. Ketika di Makkah, beliau sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik, karena beliau belum menjadi imam (kepala negara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kita menjumpai bahwa Rasulullah melakukan sejumlah aktivitas dalam menyampaikan pesan Islam saat di Makkah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau melakukan pembinaan khusus di tempat-tempat khusus dan dengan cara yang khusus, yaitu dalam bentuk &lt;i&gt;halqah-halqah&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;seperti Halqah al-Khabbab. Beliau juga mendidik masyarakat secara umum. Aktivitas itu dilakukan dengan cara dan bentuk yang berbeda-beda,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;misalnya beliau pernah mengundang orang-orang untuk makan bersama dengan tujuan untuk menyampaikan risalah Islam; beliau juga pernah berdiri di Bukit Shafa seraya menyampaikan pesan-pesan Islam. Aktivitas yang berbeda-beda ini terkait dengan cabang dari konsep pokoknya, yakni pembinaan umum (&lt;i&gt;tatsqîf jama‘&lt;/i&gt;î).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian, dalam hal yang terakhir ini, kita tidak diwajibkan untuk melakukan cara yang sama dengan cara yang diadopsi dan daipraktikkan oleh Rasulullah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita bisa saja berbicara kepada orang ketika orang-orang itu berkumpul di masjid, saat pesta pernikahan, atau di penguburan; melalui media seperti di bus, kereta, pesawat, dan sebagainya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hal yang sama dilakukan oleh Rasulullah mencari perlindungan (&lt;i&gt;thalab al-nushrah&lt;/i&gt;). Beliau hanya mencari perlindungan dari kaum Muslim atau dari individu Muslim yang memiliki kekuatan saja (tidak dari orang-orang kafir). Konsekuensinya, kita pun dapat mencari perlindungan dari suatu kaum, dari komandan militer, atau dari massa yang memiliki kekuatan (&lt;i&gt;ahl al-quwwah&lt;/i&gt;) selama mereka adalah Muslim. Artinya, mencari perlindungan dalam dakwah adalah termasuk &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt;, sedangkan siapa yang harus diminati perlindungan adalah termasuk &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kesimpulannya, &lt;i&gt;uslûb&lt;/i&gt; didefinisikan sebagai cara bagaimana suatu kewajiban dilaksanakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Uslûb&lt;/i&gt; tidak memerlukan dalil spesifik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena telah tercakup dalam dalil umum dari aktivitas pokoknya dan tujuan yang hendak diraih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Wasilah (Alat)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wasilah (&lt;i&gt;washîlah&lt;/i&gt;) adalah piranti fisik yang boleh diadopsi ketika melakukan aktivitas cabang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menggunakan kertas untuk menulis, radio untuk berbicara, dan senapan otomatis untuk berperang, dll merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wasilah. Dalam hal ini, berlaku kaidah ushul fikih:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;اَلأَصْلُ فِى اْلأَشْيَاءِ اْلإِبَاحَةُ مَالَمْ يَرِدْ دَلِيْلُ التَّحْرِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Semua benda adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalAssalaam" style="text-indent: 14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Contoh, kita dapat menggunakan kotak kayu untuk dalam pemungutan suara,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;menggunakan misil antar benua untuk berperang, atau menggunakan satelit untuk komunikasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita dapat menyeru masyarakat dengan menggunakan pamflet-pamflet, leaflet-leaflet, atau sarana-sarana lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua itu diperbolehkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah saw. suatu ketika pernah mengutus seseorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke Yaman untuk mempelajari teknik pembuatan pedang dan lantas Rasul pun mengadopsi teknologi tersebut. &lt;i&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;[A]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: -14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: -14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-5090922050722809072?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/5090922050722809072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=5090922050722809072' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/5090922050722809072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/5090922050722809072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/dakwah.html' title='DAKWAH'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPV1cVcaM3I/AAAAAAAAADY/CLvtnaoEeSk/s72-c/K_SPLASH.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-826281273505879046</id><published>2008-10-14T21:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T21:43:44.144-07:00</updated><title type='text'>HIJRAH</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: left; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Hijrah Menuju Khilafah Islamiyah&lt;/h3&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPV0pRUZztI/AAAAAAAAADQ/7cjHZAt9cRQ/s1600-h/conan+aja+ikut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPV0pRUZztI/AAAAAAAAADQ/7cjHZAt9cRQ/s320/conan+aja+ikut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257236392397360850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: left; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hijrah Nabi Muham-mad saw. merupakan momentum sejarah yang paling penting dan menentukan tegaknya peradaban Islam di muka bumi ini. Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat -setelah masyarakat Mekkah yang jumud itu tidak memberikan peluang bagi terbitnya peradaban baru di negerinya- membuka babak baru bagi perkembangan Islam di kota Yatsrib (+400 km dari kota Mekkah) yang kemudian berubah menjadi Madinatur Rasul atau Madinah Munawwarah. Hijrah yang dilakukan setelah 13 tahun dakwah di kota Mekkah itu telah mengubah kaum Muhajirin yang tertindas (mustad'afin) menjadi warga masyarakat di kota Madinah selain kaum Anshor. Bahkan, menjadi pelopor perubahan dunia di masa berikutnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah itu juga telah mengubah keadaan kaum musyrikin penyembah berhala dari kalangan suku Aus dan Khazraj di kota Madinah menjadi orang-orang mukmin yang telah menolong dan melindungi perjuangan Nabi Muhammad saw. Lebih dari itu, mereka menjadi kaum yang mulia sebagaimana disebut-sebut dalam Al Qur'an maupun As Sunnah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah itu pulalah yang telah mengubah kaum muslimin yang pada awalnya merupakan kelompok dakwah di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw. menjelma menjadi suatu umat yang memiliki kemuliaan, kedudukan, dan kekuasaan. Rasulullah saw. pun akhirnya menjadi seorang penguasa (haakim) yang menjalankan pemerintahan dan kekuasaan menurut apa yang diturunkan Allah SWT kepada beliau saw., selain sebagai Nabi dan Rasul. Hijrah telah mengubah masyarakat Madinah yang terpecah-pecah dalam kabilah-kabilah menjadi satu umat dan satu negara di bawah kepemimpinan Risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Ya, hijrah itulah yang menandai perubahan suatu masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat Islam yang memiliki peradaban yang luhur karena diliputi oleh nilai-nilai dan hukum-hukum Ilahi. Inilah awal bersatunya berbagai bangsa yang memiliki hukum, tatanegara, dan adat istiadat serta bahasa yang berbeda-beda menjadi umat yang satu, dengan hukum tata negara yang satu, serta bahasa yang satu di bawah naungan Islam, yakni umat Islam ummatan wahidah. Dengan hijrah, kekufuran lenyap diganti keimanan. Kejahiliyahan musnah tertutup cahaya Islam. Ketertindasan berubah menjadi kemuliaan dan keagungan. Murka Allah SWT sirna, sebaliknya keridlaan-Nya datang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hanya saja, sejak runtuhnya Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924, umat Islam yang telah dibangun berabad-abad yang lampau mengalami keruntuhan dan keterpecahbelahan seperti yang kita lihat sekarang. Pertanyaannya, apakah kaum muslimin tidak ingin kembali mengulangi sukses hijrah seperti yang pernah dialami para pendahulu mereka? Apakah kaum muslimin rela hidup dalam keadaan cerai-berai dan carut-marut seperti sekarang? Apakah kaum muslimin betah hidup menderita di bawah tekanan sistem kufur? Jika tidak, apakah yang mesti kita perbuat dalam memperingati momentum Hijrah yang telah diabadikan oleh Khalifah Umar bin Khaththab sebagai awal mula tahun Hijriyah, tahun penanggalan kaum muslimin? Tentu saja kaum muslimin harus memahami makna hijrah Rasulullah saw. dan memahami pula bagaimana aktualisasi hukum Allah SWT tersebut di masa kini sesuai dengan realitas umat yang ada kini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Makna Hijrah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam bahasa Arab, hijrah berarti berpindah tempat. Sedangkan, secara syar'iy para fuqaha mendefinisikan hijrah sebagai :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Keluar dari darul kufur ke darul Islam"&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(An Nabhani, Syakhsiyyah Al Islamiyyah Juz II/276)&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengertian darul Islam dalam definisi itu adalah suatu daerah (negara) yang menerap-kan hukum Islam dalam segala aspek kehidupan serta keamanannya berada di tangan kaum muslimin. Sebaliknya, wilayah yang tidak menerapkan hukum Islam atau keamanannya di tangan bukan muslim merupakan darul kufur sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam. Saat itu, Nabi dan para sahabatnya hijrah dari darul kufur Makkah, lalu membentuk darul Islam Madinah. Ketika kaum muslimin keluar dari kota Mekkah menuju kota Madinah, motivasi utama mereka adalah keimanan dan melaksanakan perintah Allah SWT. untuk menyelamatkan agama mereka dari fitnah yang ditimbulkan oleh kaum musyrikin Quraisy. Dan Kota Madinah sebagai negara baru --Daulah Islamiyyah-- yang dipimpin oleh Nabi Muhammad saw. memberikan keamanan bagi mereka bahkan mengembangkan kehidupan mereka sebagai umat baru dengan peradaban baru, umat Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu, ketika kota Mekkah telah ditaklukkan dan Quraisy sebagai lambang kekuasaan kufur telah runtuh dan umat manusia telah berbondong-bondong masuk Islam, hijrah dalam arti perpindahan kaum muslimin dari kota Mekkah ke kota Madinah telah ditutup karena Mekkah bukan lagi darul kufur, tetapi telah menjadi bagian dari Daulah Islamiyyah yang berpusat di kota Madinah. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda: "Tidak ada pelaksanaan kewajiban hijrah setelah penaklukan kota Mekkah". Ketika ditanya tentang Hijrah, istri Nabi A'isyah ummul mukminin r.a. menyatakan : "Sekarang sudah tak ada hijrah. Dulu orang mukmin lari mem-bawa agamanya kepada Allah dan Rasul-Nya karena takut difitnah. Adapun sekarang Allah SWT benar-benar telah memenangkan Islam dan seorang mukmin dapat beribadah kepada Allah SWT sesuka dia". Dengan demikian jelaslah bahwa ketika kaum muslimin telah bisa menampakkan keislaman mereka dan dapat menegakkan hukum-hukum Islam dalam Daulah Islamiyyah, kewajiban hijrah dari negeri tempat mereka tinggal menjadi hilang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Aktualisasi Hijrah &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mencermati kondisi kaum muslimin menjelang milenium ketiga ini, keadaan mereka di seluruh dunia Islam boleh dikatakan memprihatinkan. Di negeri-negeri di mana kaum muslimin minoritas, keadaan mereka tertindas. Moro, Pattani, Rohingya, Kasymir, Chechnya, Palestina, Bosnia, dan Kosovo merupakan saksi nyata kesengsaraan dan ketertindasan kaum muslimin di akhir abad 20 hanya karena satu alasan : mereka muslim ! Mereka sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memunculkan Islam, bahkan memunculkan diri sebagai muslim. Sementara itu, mereka yang tinggal di negeri-negeri di mana kaum muslimin mayoritas, justru hukum-hukum Islam tak bisa ditegakkan. Orang-orang yang berpegang teguh kepada aturan Allah SWT disisihkan. Bahkan, orang-orang mukmin yang konsisten dalam perjuangan menegakkan dienul Islam difitnahi dengan berbagai cap yang menyudutkan seperti eksklusif, ekstrimis, radikal, fundamentalis, bahkan teroris! Akibatnya aspirasi Islam dibunuh, para pejuangnya pun diburu dan dijebloskan ke penjara, dan sebagian diperlakukan tanpa batas perikemanusiaan hingga dibunuh. Dan kaum muslimin pun hidup tertekan dalam penjara besar negeri mereka sendiri yang telah dikuasai sistem kekufuran yang dikontrol oleh negara-negara besar Barat sebagai gembong kekufuran. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Problematikanya, manakala kaum muslimin hendak berhijrah, kemana? Sebab seluruh dunia adalah darul kufur. Di negeri-negeri Barat yang demokratis tempat sebagian kaum muslimin bermukim, keadaannya tidak lebih baik dari negeri-negeri mereka sendiri. Oleh karena itu, bagaimana aktualisasi hijrah? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, hijrah dari keadaan yang sangat menindas dan atau merusak aqidah mereka menuju tempat-tempat di mana keberagamaan mereka diakui dan dilindungi. Dalam kasus ini dapat dicontohkan perpindahan kaum muslimin dari Palestina, Bosnia, Chechnya dan lain-lain ke negeri-negeri Islam seperti Yordania, Saudi Arabia, dan Pakistan. Contoh lain, kaum muslimin yang hidup di Eropa atau AS dimana distrik atau kota tempat mereka tinggal sangat mengganggu aqidah dan kepribadian mereka, maka mereka wajib untuk berhijrah ke tempat-tempat lain yang lebih baik dan aman bagi aqidah dan kepribadian kaum muslimin sekalipun itu masih di negeri kafir tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, jika di suatu negeri Islam tegak pemerintahan Khi-lafah 'ala minhajin nubuwwah --dalam waktu yang tidak lama lagi insyaallah-- sehingga darul Islam dimana kaum musllimin bisa menampilkan Islam dengan sem-purna dan hukum-hukum Allah SWT bisa ditegakkan dalam kehidupan, maka hukum hijrah sebagaimana hukum perpindahan kaum muslimin dari kota Mekah ke kota Madinah sebelum ditaklukkannya kota Mekkah (Fathu Makkah) berlaku kembali. Kaum muslimin di berbagai penjuru dunia yang terancam dirinya oleh lingkungannya lantaran keislamannya sedangkan dia mampu berhijrah, maka dia wajib berhijrah ke negara Khilafah Islamiyyah tersebut. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?"&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(QS. An Nisa 97)&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun bagi mereka yang mampu berhijrah, tapi dalam kondisi tidak terancam, yakni masih bisa menampilkan diri sebagai muslim dan melaksanakan hukum-hukum Islam yang dituntut kepadanya, maka tidak wajib baginya berhijrah ke negara Khilafah Islamiyyah, melainkan hanya mandub (sunnah) saja hukumnya. Kesimpulan hukum mandub ini oleh Taqiyuddin An Nabhani (idem) difahami dari adanya dorongan dan mobilisasi yang dilakukan oleh Rasulullah saw. agar kaum muslimin berhijrah dari Mekkah ke kota Madinah. Dorongan itu juga tampak dalam sejumlah firman Allah SWT diantaranya : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. Al Baqarah 218). &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. At Taubah 20). &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun demikian Rasulullah saw. membiarkan sebagian orang mukmin tetap tinggal di kota Mekkah seperti Nu'aim an Nuhham r.a. yang ketika mau berhijrah dicegah oleh kaumnya. Mereka meminta agar Nu'aim tetap tinggal di antara mereka --lantaran beliau biasa menanggung kehidupan para janda dan anak yatim-- dan menjamin keamanannya dan membiarkan dia menampilkan agamanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selanjutnya, bagi kaum muslimin yang tidak terancam dan tidak diganggu keberadaannya di negeri-negeri di luar Khilafah Islamiyyah -- baik negeri Islam maupun negeri kufur-- dan mampu melakukan perubahan keadaan negeri tersebut dari darul kufur menjadi darul Islam, yakni menggabungkan negeri tersebut dengan negeri Khilafah Islamiyah sehingga wujud negara khilafah Islamiyyah itu secara riil merupakan negara internasional, maka hukumnya justru haram bagi dia meninggalkan negeri tersebut sekalipun untuk menuju negeri khilafah. Sebab, tempat itu merupakan medan perjuangan baginya bagaikan dia berada di perbatasan dengan negeri kufur dan siap bertemu dengan tentara kufur yang siap memerangi mereka, maka haram baginya meninggalkan medan pertempuran sekalipun dia kembali ke ibukota Khilafah Islamiyyah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, hijrah dalam arti berpindah dari darul kufur ke darul Islam baru akan dapat terlaksana bila ada Khilafah Islamiyyah. Oleh sebab itu, tegaknya Khilafah tersebut tidak dapat ditawar-tawar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Khilafah,Solusi Problematika Kaum Muslimin &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Segala macam krisis yang menimpa kaum muslimin di berbagai negeri Islam, krisis ekonomi, krisis politik, krisis sosial, krisis keamanan, dan lain-lain, tak akan bisa dipecahkan tanpa mengembalikan hukum-hukum Islam sebagai pengatur kehidupan dan pemecahan masalah umat manusia. Sebagai penguasa, seorang muslim dituntut terikat dengan firman Allah: &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu"&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(QS. Al-Maaidah 48). &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai rakyat, mereka dituntut bertahkim (meminta keputusan hukum) kepada hukum yang diputuskan oleh Rasulullah saw. Allah berfirman: &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nisaa' 65). &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahkan kaum muslimin dituntut untuk meninggalkan hukum-hukum selain hukum Allah SWT yang disebut oleh Al Qur'an sebagai hukum Thaghut. Allah SWT berfirman: &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan sejauh-jauhnya"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. An Nisa 60). &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Padahal, semua itu baru akan terlaksana dengan adanya Khilafah Islamiyyah 'ala minhajin nubuwwah. Oleh karena itu, berdasarkan kaidah syara': &lt;i&gt;"Sesuatu yang suatu kewajiban tidak bisa dilaksanakan kecuali dengannya maka sesuatu itu hukumnya wajib"&lt;/i&gt;, menegakkan negara Khilafah Islamiyyah yang bersifat internasional merupakan kewajiban seluruh kaum muslimin di seluruh dunia, penguasa ataupun rakyat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Khatimah &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah Nabi Muhammad saw. adalah peristiwa historis sekaligus hukum yang telah mengubah keadaan kaum muslimin dari kondisi tertindas menjadi kondisi sentausa dengan tegaknya suatu masyarakat baru yang didasari hukum-hukum Islam sebagai pemecah problematikanya. Untuk itu, momentum hijrah adalah momentum kembalinya hukum Islam dalam negara Khilafah Islamiyyah yang menaungi kaum muslimin di seluruh dunia. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik" &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. An Nuur 55).&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-826281273505879046?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/826281273505879046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=826281273505879046' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/826281273505879046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/826281273505879046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/hijrah.html' title='HIJRAH'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPV0pRUZztI/AAAAAAAAADQ/7cjHZAt9cRQ/s72-c/conan+aja+ikut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-6052148174069634991</id><published>2008-10-14T21:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T21:38:35.129-07:00</updated><title type='text'>KHILAFAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;MENGAPA HARUS KHILAFAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVzDeB4BrI/AAAAAAAAADI/BnyBd5r_2uE/s1600-h/CILD.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVzDeB4BrI/AAAAAAAAADI/BnyBd5r_2uE/s320/CILD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257234643462653618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="style4" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepanjang Abad 20 hingga kini, dunia yang kita diami diwarnai dengan persoalan-persoalan pelik yang tidak selesai diatasi umat manusia, sekalipun teknologi yang dimilikinya jauh lebih baik daripada zaman sebelumnya. Umat manusia kini memiliki dunia yang hampir seperti tanpa masa depan. Hal ini terjadi karena dunia dipimpin oleh suatu ideologi yang tidak manusiawi dan tidak membawa rahmat bagi seluruh alam, yakni kapitalisme-sekular, yang tidak menghendaki campur tangan agama dalam mengatur kehidupan. Karena itu, ideologi ini sesungguhnya tidak memiliki misi suci yang berorientasi mencerahkan dan mengentaskan seluruh manusia dari kegelapan, kemiskinan, atau ketertindasan. Kalaupun ia mengatasnamakan nilai-nilai universal seperti HAM atau demokrasi, maka itu hanya sekadar jalan untuk mempermudah aksesnya dalam menguras kekayaan ekonomi bangsa lain. Inilah ideologi yang saat ini diterapkan dan disebarkan ke seluruh dunia oleh kekuatan-kekuatan negara besar, terutama Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berbeda dengan kapitalisme-sekular, Islam adalah sumber ideologi yang sejatinya bersifat manusiawi, membawa rahmat bagi siapa saja—karena sifatnya yang berimbang, serta tidak menjajah atau bersifat eksploitatif atas manusia lain. Ini karena Islam diturunkan oleh Allah SWT yang sangat mengerti sifat-sifat dan kebutuhan manusia serta apa yang dapat membuat manusia sengsara atau bahagia. Fakta empiris menunjukkan, bahwa Islam memang pernah benar-benar menjadi ideologi yang memimpin dunia tatkala ia diterapkan dan disebarkan oleh sebuah kekuatan besar, yaitu Daulah Islamiyah. Negara ini secara de facto didirikan oleh Rasulullah saw. di Madinah pada 12 Rabiul Awwal, bertepatan dengan 23 September 622. Pasca Nabi saw., Negara ini terus berlanjut dalam format negara Khilafah Islamiyah. Kepemimpinan Khilafah Islamiyah ini berlangsung terus, dengan pasang surutnya, hingga 3 Maret 1924, yakni tatkala secara resmi Khilafah yang berpusat di Istambul Turki, dibubarkan. Meski periode khalifah yang baik dan buruk datang silih berganti, negara Khilafah secara de facto tetaplah negara yang diperhitungkan dunia selama 13 abad, dan pada saat itulah kaum Muslim juga diperhitungkan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada saat Khilafah masih ada, tak cuma kaum Muslim yang terlindungi kehormatannya, namun peradaban dunia seluruhnya. Kita tidak akan mengenal peradaban Yunani kuno (seperti matematika atau kedokteran), andaikata peradaban Islam yang maju pesat di bawah naungan Khilafah tidak menyelamatkannya dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan; justru ketika Eropa diterpa zaman kegelapan akibat permusuhan gereja terhadap para ilmuwan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Khilafah Islam pernah menaungi ratusan etnis yang berbeda-beda, yang membentang dari tepi Atlantik di Barat sampai sebagian Cina di timur, dan dari tepi Sahara di selatan sampai Kaukasus di utara, tanpa diskrimasi atau penjajahan. Kekuasaan yang besar itu maju bersama. Para ulama bermunculan di segenap penjuru. Mereka berkarya dalam bahasa Arab—sebagai bahasa negara kesatuan saat itu—walaupun mereka bukan etnis Arab. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesatuan yang besar itu terbukti efektif untuk mengatasi kesulitan akibat bencana alam yang melanda sebagian negeri atau serangan orang-orang kafir terhadap negeri-negeri Islam. Kita menyaksikan bagaimana kaum Muslim bisa dipersatukan, tanpa sekat-sekat ras, ketika mereka menghadapi serangan tentara Salib, atau ketika mereka menghadapi serbuan Tartar yang membumihanguskan Bagdad tahun 1258. Bagdad boleh saja hancur, Khalifah boleh saja terbunuh, namun Khilafah Islamiyah tidak bubar karenanya. Di seluruh penjuru negeri, Islam masih diterapkan—ekonomi masih ekonomi Islam, pendidikan masih pendidikan Islam, hukum masih hukum Islam. Karena itu, dalam waktu singkat, tiga tahun kemudian, kaum Muslim cepat berkonsolidasi, lalu mengalahkan Tartar, bahkan sebagian tentara Tartar justru masuk Islam. Abad-abad selanjutnya juga Khilafah kembali jaya. Tahun 1453, Konstantinopel, ibukota kekaisaran Byzantium Romawi, berhasil dibuka oleh kaum Muslim—dan menjadi Istambul. Abad 17 kekuatan kaum Muslim masih menguasai separuh Eropa. Bahkan sebagian pemeluk Protestan di Hungaria atau Austria justru memohon perlindungan kepada Khilafah dari ancaman raja-raja Katolik yang berkuasa. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itulah yang terjadi sampai akhirnya dakwah di dalam umat Islam mengalami kemunduran. Akibatnya, pasokan sumberdaya manusia berkualitas menyusut. Teknologi yang sebelumnya dikembangkan untuk menopang jihad terabaikan sampai suatu ketika tiba-tiba tersalip kemajuan di Barat, “revolusi Industri”. Pada saat itu, umat Islam tidak serta-merta kembali menggenggam erat kepemimpinan ideologi Islam, namun justru mulai meniru Barat, bahkan sampai ke sistem perundang-undangnya. Akibatnya, bukannya bangkit, umat Islam malah makin terpuruk. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada Perang Dunia I, agen-agen Barat memancing agar Negara Khilafah—yang sudah sakit-sakitan itu—terlibat. Secara de facto mereka telah menghabisi Khilafah pada akhir Perang Dunia I itu, dengan dikuasainya banyak wilayah Khilafah oleh Inggris dan Prancis. Kemudian, untuk menghabisi sama sekali sistem Khilafah, mereka menugaskan Kemal Attaturk, yang seolah-olah bak pahlawan, untuk memproklamirkan berdirinya Republik Turki, sebagai syarat ditariknya pasukan asing dari Turki. Pada 3 Maret 1924, secara resmi Attaturk membubarkan Khilafah, seraya mengusir Khalifah terakhir, yaitu Abdul Madjid II. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah Khilafah bubar, Barat makin leluasa untuk menerapkan dan menyebarkan ideologi kapitalistik-sekularistiknya ke seluruh dunia, terutama ke Dunia Islam yang kaya sumberdaya alam. Pertengahan abad-20, upaya itu dihambat oleh Uni Soviet yang berusaha menerapkan dan menyebarkan ideologi sosialisme-komunisme. Namun, pada akhir abad-20, Amerika Serikatlah yang memimpin dunia dengan ideologi kapitalistik-sekularistiknya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akibatnya, umat Islam kini semakin jauh dari misi yang pernah dibebankan Allah kepada mereka, yaitu misi merahmati seluruh alam, seperti yang pernah berhasil dibuktikan oleh Daulah Khilafah. Jangankan merahmati seluruh alam, melindungi mereka sendiri saja, seperti di Palestina, Bosnia, Cechnya, Kashmir, Xin Jiang, Moro, Afganistan, dan Irak, mereka tidak mampu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal ini karena misi tersebut memang hanya mampu dilaksanakan dalam suatu barisan yang terpimpin suatu formasi ideologis. Tanpa formasi yang rapi, energi 1,5 miliar umat Islam tidak akan fokus. Bukankah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, atau Uni Soviet juga hanya mampu melaksanakan misi ideologis mereka dalam suatu formasi dan struktur yang rapi, dengan negara sebagai panglimanya? Negara mereka peduli menjalankan pendidikan, mengembangkan teknologi, menerapkan ekonomi yang menjamin kemakmuran bangsanya, dan politik luar negeri yang melindungi kepentingan warganya di seluruh dunia. Mereka bahkan menempatkan misi-misi budayanya di seluruh dunia, juga misi-misi militer, termasuk kapal-kapal induk dan selam bertenaga nuklir, hampir di seluruh samudera. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suatu struktur hanya bisa ditandingi dengan struktur pula. Sejarah membuktikan bahwa adidaya Romawi dan Persiapun akhirnya tunduk oleh sebuah struktur, yakni Daulah Islamiyah yang didirikan oleh Rasulullah—sekalipun struktur tersebut pada saat awalnya sangat kecil (hanya sebesar Madinah) dan juga secara ekonomi, teknologi, maupun militer lemah. Namun demikian, mereka memiliki ideologi Islam yang kuat dan orang-orang yang meyakini akidah atau ideologi itu yang sangat kuat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu, tidak bisa tidak, struktur seperti Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah itu kembali dinantikan oleh dunia ini untuk bisa menandingi struktur yang zalim, yang mengemban ideologi kapitalistik-sekularistik. Tentu saja Khilafah Islamiyah yang akan berdiri kembali ini bukanlah negara utopia. Dia adalah negara modern dalam arti menggunakan teknologi dan manajemen yang mutakhir. Namun, visi, dan misinya adalah qurani; seluruh perangkat hukumnya hanya semata-mata digali dari Islam; yakni dari al-Quran, as-Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas, dengan olah ijtihad tanpa henti dari para ahli ijtihad. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mendirikan kembali Khilafah tentu tak semudah membalik tangan, juga tak “semudah” melakukan kudeta militer yang penuh kekerasan (&lt;em&gt;power of muscle&lt;/em&gt;), maupun memenangkan pemilu dengan dukungan logistik (&lt;em&gt;power of money&lt;/em&gt;). Kita harus benar-benar memahami sejarah perjuangan Rasulullah dalam mengubah permikiran dan perasaan umat sehingga mereka bersedia memperjuangkan penerapan Islam sekalipun menanggung penderitaan yang luar biasa. Inilah kepemimpinan pemikiran (&lt;em&gt;power of mind, qiyadah fikriyah&lt;/em&gt;), yang merupakan kunci dari kesuksesan para nabi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu, semua gerakan dakwah, para ulama dan cendekiawan, juga tokoh-tokoh politik, sudah saatnya bersama-sama mengkaji dan menggali lebih dalam bagaimana sesungguhnya konsep dan sistem Khilafah itu. Rasulullah dalam berbagai hadisnya mengabarkan kepastian kembalinya lagi Khilafah, setelah era kekuasaan-kekuasaan sekular (&lt;em&gt;mulkan jabariyyan&lt;/em&gt;), sebagainamana beliau pernah meramalkan dibukanya Konstantinopel. Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi bagian dari orang-orang terbaik yang memiliki kontribusi dalam proses ini? Allah SWT berfirman: &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 36pt;"&gt;&lt;em&gt;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS. An-Nûr [24]: 55) &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekali lagi pertanyaannya, siapkah kita memenuhi panggilan Islam untuk kejayaan kita kaum Muslimin? Mari kita renungkan firman Allah SWT: &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 36pt;"&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS al-Anfal [8]: 24).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-6052148174069634991?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/6052148174069634991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=6052148174069634991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6052148174069634991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6052148174069634991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/khilafah.html' title='KHILAFAH'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVzDeB4BrI/AAAAAAAAADI/BnyBd5r_2uE/s72-c/CILD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-6985756649239440699</id><published>2008-10-14T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T21:28:41.995-07:00</updated><title type='text'>JILBAB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVxRs6G-KI/AAAAAAAAADA/d2gS1GikL6k/s1600-h/aaa5a5c7faaf7449d6e80c11cbe840940_medium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVxRs6G-KI/AAAAAAAAADA/d2gS1GikL6k/s320/aaa5a5c7faaf7449d6e80c11cbe840940_medium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257232688951523490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:green;"   &gt;( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad )&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-6985756649239440699?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/6985756649239440699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=6985756649239440699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6985756649239440699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6985756649239440699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/jilbab.html' title='JILBAB'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVxRs6G-KI/AAAAAAAAADA/d2gS1GikL6k/s72-c/aaa5a5c7faaf7449d6e80c11cbe840940_medium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-888066469989753081</id><published>2008-10-14T17:48:00.001-07:00</published><updated>2008-10-18T16:50:23.836-07:00</updated><title type='text'>MUJAHID</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVpMcr8SyI/AAAAAAAAACo/OMST87HxOpU/s1600-h/Picture2.gif"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVpMcr8SyI/AAAAAAAAACo/OMST87HxOpU/s320/Picture2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257223802604768034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid Muda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Untuk Aktifis&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segala berarti mencakup apa yang ada, kasat ataupun tak kasat, ada bermakna semua yang dapat diindra bahkan yang tak berindra, ada adalah apa yang ada menurutNya pujian hanyalah kembali kepadaNya, Dia yang Maha Memilki namun tidak termiliki, Dia sumber dari segala sumber, sebab dari segala sebab, sebab yg tiada timbul dari akibat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AdaNya bukan dari ketiadaan, adaNya sebelum ada itu sendiri ada. Kau yang tampan, kau yang pintar, kau yang sholeh, kau yang kaya hati, kau yang ada, sungguh adalah milkNya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berusahalah untuk tidak mengecewakan Sang pemilik dengan bersungguh-sungguh denganNya, bersungguh-sungguh mendekat, dekat yang teramat dekat, hingga tiada yang disebut apa itu kesedihan, kemalangan, kesusahan, ketakutan, kebodohan, kekhawatiran, dan ke ke yang lain. Yang ada hanyalah kebahagiaan, ketenangan, ketentraman,….karena Dia Sang Penguasa Alam senantiasa bersama kita, Dia yang menggenggam setiap jiwa selalu menemani kita, Dia dengarkan segala keluhan, Dia beri segala yang minta diberi, Dia yang teramat sayang, teramat cinta, teramat kasih, Dialah tempat kembali segala pujian. Apalah kita yang mendekat hanya ketika butuh, yang lupa untuk sekedar berterima kasih, padahal kasihNya tiada tersisih, kita ??? kita yang selalu Ia beri walau terus-menerus kita ingkari, dan jikalau bukan dengan rahmatNya tak pantas kita berharap surga. Wahai manusia merendahlah, karena sungguh kau benar-benar rendah, punyailah sedikit rasa malu kala dipuji padahal kau tak sedikitpun terpuji. Sesungguhnya segala pujian hanyalah bagi Allah Rabb seru sekalian Alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam penghormatan bagi manusia pilihan, hamba teladan, Rasulullah SAW, manusia yg seluruh hidupnya dia baktikan untuk ummat ini, manusia yg diakhir hayatnya selalu menyebut " ummati..ummati…", manusia yg menjadi rahmat bagi seluruh alam. Salam keselamatan beserta permintaan maaf andai bahu ini belum sepenuhnya kencang melanjutkan risalahnya, bila tangan dan kaki ini belum terlalu siap untuk berjuang menegakkan panji-panji agama yg dibawanya, jika hati dan fikiran ini belum terlampau khusyuk menapaki jalan dakwah, permintaan maaf….yg sebenarnya tak pantas terlontar dari mulut-mulut pengucap syahadat, mudah-mudahan Allah mengampuni. Juga untuk keluarga ahlul bait, sahabatnya yg mulia, dan ummatnya yg setia hanya Allah yg mengetahui siapa-siapa yg benar-benar berjuang untuk agamaNya. Amma Ba’du.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seputih sakura diriku berkata Dalam bayang lalu terbang Sehitam malam daku diam Dalam cinta yg penuh asa Kenangan tak terlupakan Terbingkai cahaya rembulan Terbias pendar-pendar samar Terbalut emosi nan suci Seputih sakura diriku meminta Dalam fitrah resah mendesah Maaf akan seribu dosa Sungguh bagai air menyejukkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahai Mujahid Muda, di pundakmu terbalut gunung amanah… Tapakilah jalan panjang penuh terjal ini Dengan kakimu yang kecil… Walau terseok…retak..kau melangkah Membangun peradaban hakiki… Bersama kafilah mujahid…kafilah sang pemburu syurga… &lt;span lang="SV"&gt;Jangan takut saudaraku… Teruslah bergerak…sampai titik darah penghabisan… Hingga Allah menjemput kita…berjumpa dengan-Nya… Bersama syafaat Rasulullah SAW Bersama golongan shodiqin, sholihin, dan mujahiddin Aroma bau syurga tercium diantara tetesan peluh dan darah… Diantara debu-debu perjuangan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Teruslah berjuang dan bergerak saudaraku… Sampai titik darah penghabisan… Sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat… Kita tidak dituntut pada hasil… Tapi sejauh mana kita kerja dalam menapaki jalan panjang ini Jalan penuh onak dan duri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ya Allah Robb yang maha kuat…kokohkanlah hati dan kaki kami.. Untuk terus berjuang di jalan-Mu Ya Allah Robb penggenggam jiwa-jiwa… Janganlah Kau mengkerdilkan jiwa kami dengan segala kelemahan kami… Jadikanlah kami kuat dengan kelemahan kami (kanzi ajzi)…untuk berjihad di jalan-Mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-888066469989753081?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/888066469989753081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=888066469989753081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/888066469989753081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/888066469989753081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/wahai-mujahid.html' title='MUJAHID'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVpMcr8SyI/AAAAAAAAACo/OMST87HxOpU/s72-c/Picture2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-6030165576965676017</id><published>2008-10-14T17:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T21:32:15.186-07:00</updated><title type='text'>NABI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:Georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Muhammad, Sang Ekonom Dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 11.25pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa yang luar biasa dan tiada bandingnya dalam lipatan sejarah umat manusia. Sebab kehadiran beliau di muka bumi ini telah mampu membuka tabir zaman baru dalam membangun pondasi peradaban dan kebudayaan dunia bahkan alam semesta (rahmatan lil’alamin, 21: 107). Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT yang terakhir sebagai pembawa kabar gembira, kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;Michael Hart dalam bukunya, menempatkan Muhammad SAW pada urutan nomor satu dalam daftar seratus tokoh dunia paling berpengaruh dalam sejarah. Dalam buku itu, Hart menegaskan Muhammad SAW terpilih untuk menempati posisi pertama dalam urutan seratus tokoh dunia yang paling berpengaruh, tidak lain karena beliau merupakan satu-satunya manusia yang memiliki kesuksesan dan keberhasilan yang paling hebat dalam dua bidang sekaligus yakni agama dan duniawi.&lt;br /&gt;Fakta kesuksesan dan keberhasilan Muhammad SAW tersebut telah banyak diulas dan dianalisis para ahli sejarah, baik sejarawan Muslim maupun sejarawan Barat. Salah satu sisi kesuksesan dan keberhasilan Muhammad SAW yang amat monumental adalah kiprahnya sebagai seorang pedagang (wirausahawan/entrepreneur). Namun, sisi kehidupan Muhammad SAW sebagai pedagang atau pengusaha ini kurang mendapatkan perhatian serius dari kalangan ulama maupun ilmuan muslim lainnya. Salah satu kemungkinan miskinnya kajian pada bidang ini adalah kenyataan sejarah dalam tradisi keilmuan tradisional Islam-untuk tidak menyebut dimonopoli-oleh tradisi keilmuan seperti Ilmu Kalam, Fiqh, Tafsir, Hadis, Tasawuf, dan Filsafat. Kenyataan ini terekam kuat dalam proses pembidangan keilmuan secara fakultatif di IAIN/STAIN seperti Fakultas Syariah, Ushuluddin, Tarbiyah, Adab, dan Fakultas Dakwah.&lt;br /&gt;Di Indonesia, seiring berkembangnya ekonomi Islam atau ekonomi syariah telah bermunculan usaha untuk mengkaji dan menguji sistem ekonomi Islam itu sendiri. Tidak ketinggalan berbagai perguruan tinggi mulai tertarik membuka program studi seperti Lembaga Keuangan Syariah, Manajemen Bisnis Islam, Akuntansi Syariah, Manajemen Perbankan Syariah, Keuangan Syariah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Kerja-kerja ilmiah ini bisa diterjemahkan sebagai upaya merekonstruksi bangunan ilmu ekonomi pada satu sisi dan menjadikan ilmu ekonomi islam sebagai media ilmu yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim pada sisi yang lain. Selain itu, mengupayakan optimalisasi kontribusi ekonomi Islam bagi penciptaan kesejahteraan umat (baca: masyarakat).&lt;br /&gt;Melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 1429 H ini penulis berusaha memotret lebih jauh sekaligus merekonstruksi sisi kehidupan Muhammad SAW sebagai seorang pedagang atau entrepreneur yang dalam catatan sejarah terbukti mengantarkan beliau mencapai sukses spektakuler di zamannya, secara khusus tulisan ini akan mengulas semangat kewirausahaan (enterpreneurship) yang melekat kuat pada jiwa Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Muhammad Sebagai Ekonom&lt;br /&gt;Afzalurrahman dalam Muhammad: Encyclopedia of Seerah, menyatakan ketika berusia 25 tahun, Muhammad SAW diperkenankan oleh pamannya, Abu Thalib kepada saudagar kaya yang bernama Siti Khadijah binti Khuwailid dengan maksud untuk menjadikannya sebagai mitra usaha dalam menjalankan bisnis. Siti Khadijah kemudian menerima tawaran Abu Thalib dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Muhammad SAW untuk melakukan aktivitas perdagangan ke pasar-pasar di Busra. Di luar dugaan, ternyata dalam kontrak kerja sama ini Khadijah mendapat keuntungan yang berlipat ganda dibanding pedagang-pedagang lainnya ketika itu.&lt;br /&gt;Hubungan kerja sama di atas menurut salah satu pendapat kemudian dikenal dengan sistem bisnis bagi hasil atau yang akrab dikenal dengan sistem Mudharabah. Khadijah sebagai pemilik modal atau Shahibul mal sedangkan Muhammad SAW sebagai pemilik keahlian atau Mudharib. Keduanya sepakat atas kerja sama dan bersepakat atas pembagian keuntungan dan kerugian ketika usaha kerja sama itu telah usai. Melalui konsep kerja sama ini Muhammad SAW kemudian melakukan kegiatan bisnisnya dengan penuh tanggung jawab dan profesional yang pada akhirnya menjadikan Muhammad SAW sebagai pebisnis ulung yang sukses.&lt;br /&gt;Sebelum menikah dengan Khadijah, tercatat dalam sejarah paling tidak Muhammad SAW telah melakukan delapan kali perjalanan bisnis atas nama Khadijah; empat kali ke Yaman, dua kali ke Habsyah dan dua kali ke Jorasy.&lt;br /&gt;Dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan bisnisnya, Muhammad SAW senantiasa komitmen dalam meletakkan pondasi moralitas dan nilai-nilai profetik lainnya. Suatu hal yang tidak lazim bahkan bertentangan dengan logika ekonomi dan bisnis serta kebiasaan umum masyarakat pada waktu itu. Kegiatan ekonomi dan bisnis Muhammad SAW dilakukan dengan tata cara yang jujur, transparan, sehat, saling menguntungkan dan jauh dari unsur-unsur penipuan maupun manipulasi. Apabila terdapat kecacatan pada suatu barang dagangannya, maka disebutkan apa adanya. Dalam setiap transaksi atau perjanjian Muhammad SAW selalu mengedepankan prinsip kejujuran, transparan, terbuka sehingga kedua belah pihak sampai pada tingkatan saling rela, tanpa ganjalan sedikitpun apalagi dirugikan.&lt;br /&gt;Berdasarkan ilustrasi itulah, tidak berlebihan kiranya apabila Muhammad SAW disebut sebagai ekonom. Ekonom dalam pengertian bahwa beliau adalah sebagai ahli dalam teori maupun praktik serta menjadikan kegiatan ekonomi dan bisnisnya sesuai dengan misi agama Islam yang dibawanya.&lt;br /&gt;Dengan pemaknaan itu, fakta historis keberhasilan dan kesuksesan Muhammad SAW dalam bidang ekonomi dan bisnis mengarahkan pada kebenaran faktual bahwa Muhammad SAW adalah seorang ekonom andal. Penyebutan Muhammad SAW sebagai ekonom tidak semata-mata dimaksudkan untuk meniadakan atau mereduksi fungsi kenabiaannya selain bidang ini. Sebaliknya, berusaha memaknai fungsi kenabian sebagai misi universal pada semua aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya adalah bidang ekonomi dan bisnis.&lt;br /&gt;Dengan demikian, misi kenabian yang diemban Muhammad SAW pada hakikatnya tidak hanya menyangkut satu bidang tertentu seperti bidang keagamaan dalam pengertian yang sempit. Misi kenabian secara hakiki meliputi keseluruhan aspek kehidupan manusia; sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Suatu keseluruhan misi yang secara bertahap dan berkesinambungan dibangun oleh Muhammad SAW sejak kecil hingga selesai melaksanakan tugas misi kenabiannya (Lukman Fauroni, 2006).&lt;br /&gt;Demikian sekelumit sisi kedidupan Muhammad SAW dalam dunia ekonomi dan bisnis yang sarat dengan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) dan nilai-nilai profetik lainnya. Semoga para pebisnis modern saat ini mampu meneladani beliau dengan baik dan sempurna sehingga mereka sukses dan berhasil dengan pancaran akhlak terpuji dalam setiap aktivitas bisnisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-6030165576965676017?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/6030165576965676017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=6030165576965676017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6030165576965676017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/6030165576965676017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/muhammad-sang-ekonom-dunia.html' title='NABI'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-4091192359487078570</id><published>2008-10-14T17:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T12:26:16.642-07:00</updated><title type='text'>EKONOMI KAPITALIS AMBRUK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPU8aJhRPZI/AAAAAAAAABw/oVYgeQSOnE0/s1600-h/demojilb.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257174559954648466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPU8aJhRPZI/AAAAAAAAABw/oVYgeQSOnE0/s320/demojilb.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 12pt"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:red;"&gt;Bisnis Syariah, Trend Bisnis Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 12pt"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;PRAKTIK bisnis hingga hari-hari kemarin dipenuhi dengan beragam stigma negatif dan seolah-olah jauh dari nilai etika, bahkan spiritual atau syariah. Realitas ini memang terjadi pada praktik bisnis sejak lama, meski tidak sepenuhnya demikian. Mulai dari pasar tradisional hingga pasar internasional, mulai dari transaksi pecahan ratusan rupiah hingga ratusan juta dollar, mulai dari daerah pelosok hingga pusat-pusat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; besar. Memberatkan timbangan, mencampur antara produk bagus dengan produk buruk, rekayasa permintaan untuk mendorong permintaan dalam bisnis sehingga membangun citra seolah-olah produknya dibeli banyak orang, serta beragam mal-praktik lainnya nyaris menjadi bagian dari kehidupan ekonomi sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlarut-larutnya upaya peningkatan kapasitas ekonomi bangsa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; sejak krisis dinyatakan nyaris berlalu hingga kini adalah berbagai mal-praktik dalam dunia usaha &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; dan bila hal ini terus terjadi tidak mustahil akan berdampak kepada semakin lemahnya ketahanan ekonomi serta hilangnya integritas negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi yang tidak hanya terjadi di negeri ini, puncaknya adalah terjadinya krisis ekonomi dalam bentuk mega-skandal kasus Enron, Worldcom, Global Crossing, menggoreng saham dan Arthur Andersen pada tingkat global telah mendorong krisis kepercayaan. Satu yang pasti paska serentetan kasus - kasus tersebut adalah semakin mahalnya harga sebuah kepercayaan. Selain itu juga terjadi pergerakan bandul trend bisnis kepada bisnis berbasis syariah (spiritual) yang sedang menjadi trend-setter di berbagai belahan wilayah negeri bahkan pada lingkup global. Hari-hari belakangan ini aura syariah semakin akrab dan disenangi oleh banyak orang melintasi berbagai sekat-sekat agama, etnik, ras bahkan kelompok bisnis. Dengan mudah literatur, rujukan buku-buku manajemen serta berbagai kisah sukses dan pengalaman spiritual para pengusaha atau profesional dimuat dan diduplikasi oleh berbagai pihak. Tujuannya semata-mata untuk mengoptimalkan profitabilitas, baik profit dalam jangka pendek maupun profit jangka panjang. Profit jangka pendek terukur dari besaran nilai dalam rupiah atau dollar atau laba yang dihasilkan, sedangkan jangka panjang terukur dari kontribusi bisnis untuk keteraturan dan keseimbangan atau tegasnya kelangsungan bisnis terjaga untuk waktu yang lama, sehingga akumulasi laba yang dihasilkan sesungguhnya sangatlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syafi'I Antonio, syariah mempunyai keunikan tersendiri, Syariah tidak saja komprehensif, tetapi juga universal. Universal bermakna bahwa syariah dapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat oleh setiap manusia. Keuniversalan ini terutama pada bidang sosial (ekonomi) yang tidak membeda-bedakan antara kalangan Muslim dan non-Muslim. (Syariah Marketing, Hal. 169). Dengan mengacu pada pengertian tersebut, Hermawan Kartajaya dan Syakir Sula memberi pengertian bahwa Bisnis syariah adalah bisnis yang santun, bisnis yang penuh kebersamaan dan penghormatan atas hak masing-masing. (Syariah Marketing, hal. 45). Pengertian yang hari lalu cenderung normatif dan terkesan jauh dari kenyataan bisnis kini dapat dilihat dan dipraktikkan dan akan menjadi trend bisnis masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan beragam perusahaan atau entitas bisnis yang sukses menerapkan ruh serta praktik bisnis yang berbasis syariah menggerakkan banyak kalangan untuk berlomba-lomba mengembangan dan melakukan praktik bisnis yang sesuai dengan syariah. Sebagai contohnya pada dunia perbankan, bank syariah yang ada di Kota Pontianak saja, baik Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Bank Kalbar Syariah atau BRI Syariah tidak hanya didatangi oleh kalangan muslim saja, melainkan kaum non-muslim pun mendatangi dan bertransaksi, baik menjadi penabung maupun mendapatkan pembiayaan. Berita terakhir yang tengah menarik perhatian pada tingkat nasional adalah hadirnya HSBC Amanah sebagai bank internasional syariah yang memiliki reputasi global di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sektor riil, transaksi kini semakin tidak bersifat formal administratif, melainkan semakin berdasarkan pada kepercayaan antar sesama pelaku bisnis. Tidaklah aneh bila kini, kesepakatan bisnis bernilai besar dilakukan dengan tulisan tangan diatas selembar kertas, tanpa ahli hukum karena hukum semakin sulit diharapkan keadilannya, tanpa seremoni karena kadang menghilangkan substansi, secara praktis, karena momentum tidak mudah didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW sebagai pengusaha ulung dizamannya dijuluki sebagai Al-Amin (Yang Terpercaya) oleh banyak orang di Mekkah, baik Quraish maupun Yahudi dan Nasrani menempatkan pedagang/pengusaha yang berbisnis dengan nilai-nilai kebaikan. Rasulullah mengatakan : "Tidak ada satu pun makanan yang lebih baik dari pada yang dimakan dari hasil keringat sendiri' (HR Al-Tirmidzi, Al-Darimi dan Al-Daruqutni). Pada lain kesempatan Rasulullah berkata : "Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu pernyataan" (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Rasulullah SAW tersebut bersifat universal sebagaimana dunia usaha yang hanya mengenal orang berdasarkan akhlak dagangnya, jujur/bohong, belas kasih/aniaya, terampil/tak berkemampuan, profesional/amatir, ulet/cepat putus asa dan beragam sikap lainnya. Nilai-nilai universal dalam bisnis juga dapat ditemui dalam ajaran agama atau kepercayaan lain yang menempatkan kejujuran, amanah dan lainnya sebagai pegangan dan nilai-nilai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks praktik di kalangan perusahaan, berbondong-bondongnya beragam pelatihan peningkatan spiritual bisnis, pengenalan bisnis syariah, penerapan GCG serta semakin pentingnya aspek tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menunjukkan realitas kesadaran para pengusaha/profesional bisnis untuk membangun kerajaan bisnisnya yang berpijak pada nilai-nilai positif. Lebih jauh pada banyak perusahaan kini ada bagian khusus yang menanganin CSR, seperti yang dilakukan oleh Sampoerna dan grup Sinarmas di Riau. Pada konteks ini pula, terpilihnya Muhammad Yunus, pendiri dan pengembang model Grameen Bank meraih hadiah Nobel tak lepas dari arus besar yang tumbuh pada dunia usaha global tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi fakta-fakta baru yang hadir sebagai bentuk anti-tesa dari pengalaman masa lalu yang tidak lagi relevan pada kehidupan kini. Kuncinya adalah betapa kini terjadi pergerakan besar transformasi dunia bisnis yang dalam istilah Hermawan Kartajaya kini masuk pada fase integrasi antara bisnis dan spiritual atau bisnis dengan syariah. Bisnis syariah bukanlah bisnis yang menghalalkan segala cara atau menggunakan pendekatan syariah dalam bisnis dengan mengabaikan faktor laba atau profit. Bisnis syariah jelas bisnis yang menguntungkan dengan konsisten sesuai dengan syariah, sehingga setiap pelaku bisnis syariah akan mendapat dua keuntungan, yaitu profit/laba jangka pendek dan laba/profit jangka panjang, termasuk laba/profit yang kelak akan diterima dihari akhir. Siapa yang tidak mau?. Wallahu a'lam bisshowab.** &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-4091192359487078570?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/4091192359487078570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=4091192359487078570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/4091192359487078570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/4091192359487078570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/ekonomi-kapitalis-ambrukbisnis-syariah.html' title='EKONOMI KAPITALIS AMBRUK'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPU8aJhRPZI/AAAAAAAAABw/oVYgeQSOnE0/s72-c/demojilb.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-594827770822494799</id><published>2008-10-14T17:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T07:17:17.151-07:00</updated><title type='text'>Tujuan Hidup Muslim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div  class="Section1" style="font-family:arial;"&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPU6O3osaaI/AAAAAAAAABg/P69MH9m4eos/s1600-h/77114.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPU6O3osaaI/AAAAAAAAABg/P69MH9m4eos/s320/77114.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257172167152134562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hakikat terpenting setelah keimanan adalah hendaknya seorang Muslim menyadari tujuan hakiki dari penciptaannya, yakni ubudiah; sesuatu yang wajib diwujudkan. Allah Swt. berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;خَلَقْتُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْجِنَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَالإِنْسَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِيَعْبُدُونِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 14.2pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah. (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;QS adz-Dzariyat [51]: 56&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center; text-indent: 14.2pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beribadah dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan jalan beriman dan taat kepada Allah. Taat berarti berpegang teguh pada seluruh hukum-hukum-Nya yang tidak hanya terbatas dalam masalah ibadah, akhlak, dan muamalah saja, tetapi mencakup semua yang diperintahkan dan yang dilarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kenyataan ini meniscayakan bahwa tidak ada yang boleh disembah, kecuali Allah, serta tidak ada perintah dan larangan (yang harus di taati) melainkan yang berasal dari-Nya.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;meriwayatkan ‘Adi bin &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;atim pernah datang ke hadapan Rasulullah saw. Beliau kemudian membaca ayat berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اتَّخَذُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَحْبَارَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَرُهْبَانَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَرْبَابًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;دُونِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهِ وَالْمَسِيحَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ابْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَرْيَمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أُمِرُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِيَعْبُدُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلَهًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَاحِدًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلَهَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;هُوَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;سُبْحَانَهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;عَمَّا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يُشْرِكُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mereka menjadikan para pembesar dan para pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih bin Maryam (sebagai Tuhan), padahal mereka tidaklah diperintah kecuali untuk menyembah Tuhan yang Satu; tiada Tuhan kecuali Allah Yang Mahasuci dari apa saja yang mereka persekutukan itu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(&lt;b&gt;QS at-Taubah [9]: 31&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;‘Adi bin Hatim berkata, “Mereka tidaklah menyembah para pembesar dan para pendeta mereka.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akan tetapi, Rasulullah saw. berkata, “Benar. Akan tetapi, mereka (para pembesar dan para pendeta itu) mengharamkan atas mereka sesuatu yang halal dan menghalalkan yang haram untuk mereka, lalu mereka mengikuti para pembesar dan para pendeta itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itulah bukti penyembahan mereka kepada para pembesar dan para pendeta itu.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demikian sebagaimana dituturkan oleh Muslim dan at-Turmudzi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan demikian, pemberian hak menghalalkan dan mengharamkan (hak menentukan hukum) serta hak ketaatan kepada seseorang pada hakikatnya sema dengan penyembahan kepada orang itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;تَعْبُدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;دُونِهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَسْمَاءً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;سَمَّيْتُمُوهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَنْتُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَءَابَاؤُكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَنْزَلَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;سُلْطَانٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْحُكْمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ِللهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَمَرَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;تَعْبُدُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِيَّاهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ذَلِكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الدِّينُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْقَيِّمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَلَكِنَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَكْثَرَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;النَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يَعْلَمُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Apa saja yang kalian sembah itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian sematkan, sedangkan Allah tiada menurunkan keterangan sedikitpun tentang hal itu. Sesungguhnya hak menetapkan hukum hanyalah milik Allah, Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang demikian itu adalah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;QS Yusuf [12]:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;40&lt;span style=""&gt;).&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang, ada hak oleh penguasa, amir, kedua orangtua, atau suami untuk ditaati. Akan tetapi, Allah-lah sebenarnya yang memberikan hak itu kepada mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibadah kepada Allah sebetulnya mencakup upaya untuk menjadikan manusia lain beribadah kepada-Nya. Artinya, ibadah kepada Allah juga mencakup upaya untuk menundukkan manusia pada syariat–Nya dan memerangi manusia jika mereka menyimpang dari hukum Allah, apalagi jika sampai mereka menerapkan hukum selain-Nya. Banyak nash yang memerintahkan kaum Muslim untuk beramar makruf nahi mungkar; membantah kebatilan dan menjelaskan kebenaran; berdakwah; menerapkan hukum cambuk dan potong tangan; berperang serta berjihad untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi dan meninggikan kalimat Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasulullah saw. mengutus para utusan kepada para raja untuk menyeru mereka kepada Islam. Hal itu dilakukan setelah beliau mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah dan menancapkan tiang-tiang negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; khalifah sesudah beliau juga mengirimkan para pengemban dakwah, para mujahid, dan pasukan untuk menyeru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia kepada iman dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka memerangi berbagai negeri dan para penduduknya agar mereka tunduk pada kekuasaan Islam. Dengan begitu, tidak ada lagi yang disembah selain Allah dan tidak ada hak penetapan hukum kecuali milik Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tujuan ini merupakan &lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt; (pemikiran) Islam yang harus diraih oleh seorang Muslim dalam hidupnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambaran semacam ini tampak pada diri Sahabat Rib’i bin ‘Amir tatkala ditanya oleh Jenderal Rustum, “Untuk apa kalian diutus?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia menjawab, “&lt;i style=""&gt;Sesungguhnya Allah Swt. mengutus kami untuk mengeluarkan para hamba dari penghambaan kepada seorang hamba menuju penghambaan kepada Tuhannya hamba; dari kelaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam; dan dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia dan akhirat&lt;/i&gt;.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Banyak nash al-Quran dan as-Sunnah yang menjelaskan hal itu. Sebagian di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قُلْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يَاأَيُّهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;النَّاسُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنِّي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;رَسُولُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلَيْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;جَمِيعًا&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah Rasul (utusan) Allah kepada kalian semua.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;QS al-A’raf [7]: 158&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَرْسَلْنَاكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;كَافَّةً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِلنَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بَشِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَنَذِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad) kecuali untuk seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Saba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;’ [34]: 28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;هُوَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الَّذِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَرْسَلَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;رَسُولَهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِالْهُدَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَدِينِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْحَقِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِيُظْهِرَهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;عَلَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الدِّينِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;كُلِّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;كَرِهَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْمُشْرِكُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dialah Yang telah mengutus utusan-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan atas seluruh agama lain sekalipun orang-orang musyrik membencinya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS at-Taubah [9]: 33&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قَاتِلُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يُؤْمِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِاللهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَلاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِالْيَوْمِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الآخِرِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَلاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يُحَرِّمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;حَرَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَرَسُولُهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَلاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يَدِينُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;دِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْحَقِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مِنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أُوتُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْكِتَابَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;حَتَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يُعْطُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْجِزْيَةَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;عَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يَدٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;صَاغِرُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Perangilah oleh kalian orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak pula pada Hari akhir, tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan tidak beragama dengan agama yang benar—di antara orang-orang yang telah didatangkan kepada mereka al-Kitab— hingga mereka memberikan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jizyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; dari tangan-tangan mereka dan mereka dalam keadaan tunduk.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS at-Taubah [9]: 29&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah saw. juga bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قَاتَلَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِتَكُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;كَلِمَةَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;هِيَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْعُلْيَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فَهُوَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;سَبِيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Siapa saja yang berperang untuk menjadikan kalimat Allah menjadi yang tertinggi berarti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia berperang di jalan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR al-Bukhari dan Muslim&lt;/b&gt;).&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan demikian, orang-orang kafir sekalipun dipaksa untuk tunduk pada kekuasaan Islam dan kedaulatan syariat Islam meskipun mereka tidak dipaksa untuk masuk Islam karena Allah Swt. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِكْرَاهَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الدِّينِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;idak ada paksaan dalam agama. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;QS al-Baqarah [2]: 256&lt;/b&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tujuan yang harus diwujudkan adalah agar tidak ada undang-undang yang ditaati dan tidak ada hukum yang diambil atau diterapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecuali undang-undang dan syariat Allah; juga agar tidak ada pembuat hukum selain Allah semata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Allah Swt. menjelaskan salah satu tujuan penciptaan manusia di dalam salah satu ayat-Nya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَكَذَلِكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;جَعَلْنَاكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أُمَّةً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَسَطًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِتَكُونُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;شُهَدَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;عَلَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;النَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَيَكُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الرَّسُولُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;عَلَيْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;شَهِيدًا&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Demikianlah, Kami menjadikan kalian sebagai umat yang terpilih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar kalian menjadi saksi atas manusia dan Rasul pun menjadi saksi atas kalian. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;QS al-Baqarah [2]: 143&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ayat ini merupakan seruan dan pembebanan atas umat Islam untuk mengemban risalah Islam kepada seluruh manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini telah disampaikan oleh Nabi saw. setelah beliau menyampaikan risalah, menunaikan amanat, dan berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sesungguhnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasul berdiri pada waktu Haji Wada’ dan berkhutbah kepada manusia, antara lain, sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Sungguh, aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang kalian tidak akan tersesat sedikit pun sesudahku jika kalian berpegang teguh padanya, yaitu Kitabullah, dan kalian dimintai pertanggungjawaban dariku. Lalu apa yang kalian katakan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, telah menunaikan (amanat), dan juga telah menyampaikan nasihat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selanjutnya beliau berkata seraya mengangkat kedua tangan ke langit,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; “Ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah....”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;HR Abu Dawud&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demikianlah, Nabi saw. telah bersaksi atas kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan menyampaikan dan mengemban amanat serta memohon kepada Allah agar Dia menyaksikannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kewajiban kita untuk bersaksi atas manusia melalui metode yang ditempuh oleh Rasul saw.—sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah dijelaskan oleh Allah—merupakan tujuan penciptaan Adam as.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَإِذْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;رَبُّكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِلْمَلاَئِكَةِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنِّي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;جَاعِلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الأَرْضِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;خَلِيفَةً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قَالُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَتَجْعَلُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فِيهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يُفْسِدُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فِيهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَيَسْفِكُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الدِّمَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَنَحْنُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;نُسَبِّحُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِحَمْدِكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَنُقَدِّسُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لَكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنِّي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَعْلَمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لاَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;تَعْلَمُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Ingatlah k&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;etika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku akan menjadikan khalifah di muka bumi.” Para malaikat berkata, “Apakah Engkau akan menjadikan di muka bumi orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu menyucikan dan memuji-Mu. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS al-Baqarah [2]: 30&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Malaikat adalah hamba Allah yang tidak pernah bermaksiat kepada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tatkala Allah SWT berfirman (yang artinya)&lt;i style=""&gt;, “Sesungguhnya aku akan menjadikan khalifah di muka bumi,”&lt;/i&gt; para malaikat mengetahui bahwa Allah akan menjadikan di bumi orang yang akan bermaksiat. Kata &lt;i&gt;khalîfah&lt;/i&gt; berarti orang yang diangkat oleh Allah sebagai wakil-Nya untuk melakukan aktivitas pengaturan dan pemeliharaan bumi serta aktivitas lainnya yang tercakup dalam apa yang harus dilakukannya sesuai dengan ketentuan-Nya. Jika di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; terdapat tahap pada diri seseorang ketika ia tidak melakukan pengaturan dan pemeliharaan berarti ia telah menyimpang dari ketentuan Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan mengantarkan dirinya pada kesengsaraan, kesempitan, dan kekacauan. Karena itu, para malaikat berkata (yang artinya), &lt;i&gt;“Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Dengan ungkapan lain, jika di muka bumi tidak terdapat seseorang atau sesuatu yang bermaksiat maka segala sesuatu akan berjalan sesuai dengan ketentuan Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika Allah berkehendak menciptakan orang yang melakukan aktivitas pengurusan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan pengarahan maka hal itu berarti bahwa akan ada di muka bumi orang yang akan memilih kesesatan dan bermaksiat kepada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Oleh karena itu, sesungguhnya tujuan (cita-cita) dalam kehidupan manusia, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah sebelum penciptaan Adam, adalah agar manusia menjadi hamba-Nya; juga agar manusia lain—yaitu orang yang sesat—mau memperhambakan dirinya kepada-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan demikian, sesungguhnya kehidupan merupakan kancah perang pemikiran, keyakinan, dan politik antara iman dan kufur; perang keyakinan antara upaya untuk meninggikan kalimat Allah. Semua ini semata-mata agar seluruh agama hanya milik Allah, agar tidak ada hukum kecuali hukum Allah, agar tidak ada sekutu bagi-Nya, agar tidak ada yang disembah selain Diri-Nya, dan agar ketundukan pada syariat Allah menjadi sempurna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam makna ini kehidupan merupakan perang politik tatkala diharuskan agar ri’ayah urusan manusia hanya menggunakan hukum dan undang-undang Allah dan terbebas dari undang-undang dan hukum selainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Metode Meraih Tujuan Hidup Islami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tatkala Allah menjelaskan bahwa risalah Islam merupakan risalah bagi seluruh manusia dan melarang berhukum kepada selain syariat Islam, Dia tidak hanya menjadikannya sekadar sebagai perintah semata; sebagai penjelasan bagi mereka yang ingin taat. Allah juga tidak mentoleransi orang yang hendak meraih tujuan tersebut dengan memilih cara sesuai dengan kehendaknya. Akan tetapi, Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadikan suatu metode yang telah ditempuh oleh Nabi Muhammad saw. sebagai penjelasan (metode) yang wajib diikuti dalam rangka mewujudkan tujuan di atas. Kita diperintahkan untuk mengikutinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah Swt. berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="margin: 0in 14.2pt 0.0001pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Apa saja &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;yang diperintahkan oleh Rasul maka terimalah dan apa saja yang dilarangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka tinggalkanlah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS al-Hasyr [59]: 7&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam tidak melalaikan penjelasan tentang solusi bagi realitas manusia, interaksi, dan problematikanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam juga mendatangkan berbagai hukum yang harus diwujudkan secara praktis. Islam melarang mencuri, membunuh, dan zina. Sebaliknya, Islam memerintahkan iman, ibadah, taat, dsb. Islam tidak menjadikan semua itu sekadar perintah dan larangan semata dengan membiarkan seseorang berpegang teguh atau menyimpang sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, Islam juga menjelaskan hukum-hukum tertentu yang arus dipatuhi manusia. Islam memerintahkan untuk memotong tangan pencuri, mencambuk atau merajam seorang pezina, membunuh seorang pembunuh, atau membunuh orang yang murtad, dsb.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah Swt. berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, potonglah tangan masing-masing dari keduanya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;QS al Mâidah [5]: 38&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="margin: 0in 14.2pt 0.0001pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pezina perempuan dan pezina laki-laki,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cambuklah masing-masing seratus kali cambukan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. (&lt;b&gt;QS an-Nur [24]: 2&lt;/b&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah saw. juga bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يَحِلُّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;دَمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;امْرِئٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مُسْلِمٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;يَشْهَدُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلَهَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَنِّيْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;رَسُوْلُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِلاَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِإِحْدَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ثَلاَثٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الثَّيِّبُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الزَّانِيْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;النَّفْسُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بِالنَّفْسِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;التَّارِكُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لِدِيْنِهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْمُفَارِقُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الْجَمَاعَةِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah kecuali karena satu di antara tiga hal: pezina yang sudah pernah menikah; jiwa dengan jiwa, sereta orang yang meninggalkan agamanya dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memecah-belah jamaah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR al-Bukhari dan Muslim&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hukum-huum tersebut merupakan solusi Islami yang harus diterapkan secara real di tengah-tengah masyarakat. Siapa saja yang lemah imannya dipaksa oleh sanksi yang diterapkan oleh penguasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hukum-hukum tersebut merupakan hukum-hukum untuk menundukkan manusia pada kedaulatan syariat dan kekuasaan Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hukum-hukum itulah yang menjadikan Islam diterapkan, bukan sebagai perintah dan larangan semata yang menyebabkan seseorang boleh terikat atau tidak sekehendak hati dan hawa nafsunya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hukum-hukum itulah yang dinamakan sebagai &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; (metode), yakni &lt;i&gt;tharîqah syar‘î&lt;/i&gt; yang wajib dipegang teguh—tidak boleh diganti dengan &lt;i&gt;tharîqah&lt;/i&gt; lainnya—dalam rangka meraih tujuan yang telah diperintahkan. Contoh, hukum potong tangan tidak boleh diganti dengan hukuman penjara atau dibunuh untuk mencegah adanya pencurian. Demikian pula hukuman manti bagi orang murtad (yang tidak mau kembali) atau hukuman cambuk dan rajam bagi pezina. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam telah menetapkan pemerintahan Islam sebagai metode untuk meraih tujuan Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam masyarakat Muslim akan selalu ada orang yang menyimpang dari tuntunan Islam,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghalang-halangi hukum-hukumnya, dan bahkan berupaya untuk menghancurkan Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka menjadi bahaya yang selalu mengancam manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem yang memelihara dan memerintah serta mengatur manusia harus ada agar manusia dapat dihindarkan dari bahaya tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karenanya, harus ada pemerintahan dan sistem pemerintahan. Bersamaan dengan itu, harus ada pula kekuasaan dan kekuatan yang menjadi sandaran sistem untuk menerapkan Islam dan menjaga rakyat serta memelihara rakyat dengan politik yang ssesuai dengan syariat. Oleh karena itu, Daulah Khilafah Islamiyah merupakan metode kehidupan islami.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengemban Islam ke seluruh umat dan meletakkan mereka di bawah kekuasaan Islam merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam. Hal itu mengharuskan terlaksananya jihad dan karenanya pula mengharuskan adanya &lt;i&gt;dawlah&lt;/i&gt; (negara).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal itu telah tampak dengan jelas dari aktivitas Rasul ketika beliau menyerukan Islam di Makkah, beraktivitas memperbanyak jumlah kaum Muslim, dan berusaha agar kekuasaan membuat hukum hanya bagi Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika masyarakat Makkah jumud dan menolak dakwah, Rasul mulai menawarkan dakwah kepada kabilah-kabilah dan masyarakat lain. Beliau menawarkan dakwah dan penerapan Islam kepada mereka sampai hal itu terwujud di Madinah. Di Madinahlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beliau berhasil mendirikan negara (&lt;i&gt;dawlah&lt;/i&gt;) Islam. Setelah negara Islamh berdiri, mulailah beliau melancarkan jihad untuk menghilangkan berbagai penghalang fisik yang menghadang di jalan dakwah serta meluaskan kekuasaan Islam dan kedaulatan syariatnya. Beliau mengutus para utusan dan berbagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; kepada para kaisar, raja, dan pemimpin kabilah dalam rangka menyeru mereka kepada Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan demikian, metode untuk meraih tujuan Islam adalah melalui negara Islam atau Daulah Khilafah Islamiyah. Menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kewajiban. Dengan Daulah Khilafah Islamiyah akan tegak berbagai kewajiban yang lain, dan akan terwujud masyarakat Islam. Dengan itu pula, kalimat-kalimat Allah akan menjadi tinggi, dakwah Islam dapat diemban ke seluruh dunia, banyak manusia bersyahadat, dan dan kewajiban jihad dapat dihidupkan. Semua itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan inti kewajiban Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daulah Khilafah Islamiyah merupakan mahkota kewajiban dan menjadi syarat bagi kesempurnaan pelaksanaan berbagai kewajiban lain. Hadis Rasul telah menggambarkan pentingnya keberadaan khilafah dan baiat kepada khalifah untuk menerapkan al-Quran dan as-Sunah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لا حُجَّةَ لَهُ, وَ مَنْ مَاتَ وَ لَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan (kepada imam/khalifah), niscaya akan menemui Allah pada Hari Kiamat tanpa memiliki hujjah, dan siapa saja yang mati tanpa ada baiat di pundaknya, niscaya ia mati (seperti) kematian Jahiliah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR Muslim&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 dir="rtl"  style="margin: 0in 9pt 0.0001pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَ يُتَقَى بِهِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Sesungguhnya imam itu bagaikan perisai tempat orang-orang akan berperang dan berlindung di belakangnya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR Muslim&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam mewajibkan hanya boleh ada satu negara Islam dan satu umat Islam. Rasul saw. bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 dir="rtl"  style="margin: 0in 9pt 0.0001pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِذَا بُوْيِعَ لِخَالِفَتَيْنِ فَاقْتُلُوْا اْلآخِرَ مِنْهُمَا&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Jika dua orang khalifah dibaiat maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR Muslim&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مَنْ أَتَاكُمْ وَ أَمْرُكُمْ جَمِيْعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ, يُرِيْدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ وَ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوْهُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Siapa saja yang mendatangi kalian, sedangkan urusan kalian berada pada satu orang, lalu hendak memutus ikatan kalian dan memecah-belah jamaah kalian maka bunuhlah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنَّهُ سَتَكُوْنُ هَنَاتٌ وَ هَنَاتٌ, فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ اْلأُمَّةِ, وَ هِيَ جَمِيْعٌ, فَاضْرِبُوْهُ بِالسَّيِفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Sesungguhnya akan terjadi bencana demi bencana. Karena itu, siapa saja yang hendak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memecah-belah urusan umat ini, sementara umat berada dalam satu-kesatuan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka bunuhlah ia dengan pedang bagaimanapun keadaannya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;HR Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-indent: 14.2pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagaimana dimaklumi, metode untuk mewujudkan tujuan penerapan Islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia adalah melalui Daulah Khilafah Islamiyah—satu kewajiban yang saat ini belum terwujud. Karena itu, umat Islam wajib beraktivitas untuk mewujudkannya dengan cara yang sesuai dengan tuntutan syariat, yakni sebagaimana yang telah ditempuh oleh Rasul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saw. tatkala beliau menyeru manusia pada keimanan dan ketundukkan pada Allah Swt.—sekalipun banyak manusia yang tidak memenuhi seruan itu dan banyak pula yang menyimpang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"  style="text-indent: 14.2pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika demikian, bagaimana metode yang ditempuh oleh Rasul hingga beliau berhasil mendirikan negara Islam dan memuliakan agama Allah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesungguhnya perjalanan dan perjuangan Rasulullah saw. mendirikan negara Islam bukanlah semata-mata aktivitas—sebagaimana anggapan sebagian ulama penguasa—yang tidak ada konsekuensinya bagi kita. Sebaliknya, ia merupakan &lt;i&gt;manhaj&lt;/i&gt; yang telah ditunjukkan oleh al-Quran serta oleh sikap, perkataan, dan perbuatan Nabi saw. Artinya, hal itu merupakan penjelasan syariat tentang tatacara bagaimana meraih cita-cita Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara ringkas perjalanan dan perjuangan Rasulullah saw. adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, mula-mula beliau mengumpulkan kaum Mukmin dalam –halaqah-halaqah yang bersifat &lt;i&gt;siriyah.&lt;/i&gt; Beliau mengajarkan kepada mereka agama yang baru (Islam). Beliau membentuk mereka menjadi sosok yang baru, yakni menjadi sosok yang berkepribadian Islam dengan memiliki pola pikir dan pola jiwa islami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadilah mereka kelompok yang khas—dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akidah, pemikiran, perasaan, perilaku, dan cita-cita mereka yang islami itu—di tengah-tengah masyarakat Makkah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, pada tahap berikutnya, Rasulullah saw. bersama &lt;i&gt;kutlah&lt;/i&gt; (kelompok)-nya mulai memasuki kancah perang pemikiran dan keyakinan. Mereka menentang pemikiran dan keyakinan masyarakat Makkah yang rusak sekaligus melakukan perjuangan politik terhadap para penguasa dan pembesar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nabi saw. dan kelompoknya mengemban semua itu dengan berbagai kesulitan yang dihadapi. Mereka menjelaskan kebenaran dan fakta-fakta, meluruskan pemahaman akan sesuatu dan kehidupan, sekaligus membantah para pembesar kafir serta menyingkap hakikat mereka dan apa yang ada pada mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau dan kelompoknya menyeru manusia untuk bertafakur dan ber-&lt;i&gt;tadabbur&lt;/i&gt;, mencegah mereka dari aktivitas yang menyia-nyiakan akal dan dari sikap berpegang teguh kepada kebatilan. Allah Swt. Berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl"  style="margin: 0in 14.2pt 0.0001pt 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;S&lt;i style=""&gt;esungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam. Kalian pasti masuk ke dalamnya. &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;QS al-Anbiya’ [21]: 98&lt;/b&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ(78)قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dia membuat perumpamaan bagi kami, dan dia lupa kepada kejadiannya. Dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah, “Dia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali pertama. Dia Mahatahu tentang segala makhluk-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS Yasin [36]: 78-79&lt;/b&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَفَرَأَيْتُمُ اللاَّتَ وَالْعُزَّى(19)وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأُخْرَى(20)أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأُنْثَى(21)تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى(22)إِنْ هِيَ إِلاَّ أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَءَابَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الأَنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Apakah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;kalian (orang-orang musyrik) menganggap Latta, Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kalian (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalain dan bapak-bapak kalian ada-adakan. Allah tidak menurunkan suatu keterangan sedikit pun untuk (menyembah)-nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka. Sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;QS an-Najm [53]: 19-23&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا(11)وَجَعَلْتُ لَهُ مَالاً مَمْدُودًا(12)وَبَنِينَ شُهُودًا(13)وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا(14)ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ(15)كَلاَّ إِنَّهُ كَانَ ِلآيَاتِنَا عَنِيدًا(16)سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا(17) إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ(18)فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ(19)ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ(20)ثُمَّ نَظَرَ(21)ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ(22)ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ(23)فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلاَّ سِحْرٌ يُؤْثَر ُ(24)إِنْ هَذَا إِلاَّ قَوْلُ الْبَشَرِ(25)سَأُصْلِيهِ سَقَرَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;iarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. Aku telah menjadikan baginya harta benda yang banyak dan anak-anak yang selalu bersamanya. Aku pun telah melapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak! Sebab, sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Quran). Aku akan membebaninya dengan pendakian yang melelahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang dia tetapkan). Karena itu, celakalah dia!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia memikirkan. Sesudah itu dia bermasam muka dan merengut. Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, “Al-Quran ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dulu). Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.” Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqor. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;QS al&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Mudatsir [74]: 11-26&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 dir="rtl"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ(8)بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;pabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS at-Takwir [81]: 8-9&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ(1)الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ(2)وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ(3)أَلاَ يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;ecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta untuk dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain mereka menguranginya. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa mereka sesungguhnya akan dibangkitkan?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS al-Muthaffifin [83]: 1-4&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ(1)مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ(2)سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah baginya harta benda dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (&lt;b&gt;QS al-Lahab [111]: 1-3&lt;/b&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masih banyak ayat-ayat lain yang menyatakan &lt;i&gt;manhaj&lt;/i&gt; dan metode yang tetap dalam interaksi antara kebenaran dan dakwahnya melawan kebatilan dan dakwahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, pada tahap selanjutnya, siksaan yang berat, boikot, dan intimidasi menimpa Nabi saw. dan para sahabat r.a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua itu tidak memalingkan mereka sedikit pun dari Islam. Mereka menghadapi semua itu dengan tetap bersabar dan terus menjalankan dakwah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nabi saw. tidak pernah berpaling sedikit pun dari Islam; tidak pernah pula berkompromi. Beliau selalu menolak mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan penolakan yang tegas. Beliau menolak untuk menerapkan sebagian wahyu Allah dan meninggalkan sebagian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau menolak harta yang akan menjadikannya orang terkaya (di antara penduduk Makkah).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau menolak untuk menyembah Allah satu tahun dan menyembah Tuhan mereka satu tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah Swt. berifrman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBlockText" dir="rtl"  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 0in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ(1)لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ(2) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(3)وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4)وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(5)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Katakanlah, “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah; kalian bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah; aku tidak akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi penyembah apa yang kalian sembah; dan kalian tidak (pernah)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pula menjadi penyembah Tuhan yang kami sembah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi kalianlah agama kalian dan bagiku agamaku (Islam). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;b&gt;QS al-Kafirun [109]: 1-6&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah juga bersabda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBlockText" dir="rtl"  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 0in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لَوْ وَضَعُوْا الشَّمْسَ فِيْ يَمِيْنِيْ وَ الْقَمَرَ فِيْ يَسَارِيْ عَلَى أَنْ اَتْرُكَ هَذَا اْلأَمْرَ حَتَّى يَظْهَرَنِيَ اللهُ أَوْ اَهْلِكَ فِيْهِ مَا تَرَكْتُهُ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Demi Allah, seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah memenangkan diriku atau aku binasa di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;i&gt;Sî&lt;b&gt;rah Ibn Hisyâm&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beliau dan kelompoknya terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjelaskan dakwah, mencela kekufuran dan pemikiran-pemikiran kufur, memperingatkan orang-orang kafir akan azab Allah, serta mencela akidah dan keyakinan kufr dengan terang-terangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 9pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, ketika keburukan kekufuran dan para penganutnya semakin bertambah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mereka melihat bahwa Muhammad tidak pernah berputus asa, tidak pernah berpaling, dan tidak pernah berkompromi, maka setiap kabilah (kaum) menimpakan bahaya, pembunuhan, dan siksaan kepada setiap Muslim yang ada di antara mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun demikian, kaum Muslim tetap teguh dalam keimanan mereka dan tetap berpegang teguh pada tali agama Allah yang kokoh. Mereka terus melakukan dakwah, perang pemikiran, dan perjuangan politik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika keburukan semakin berat menimpa kaum Muslim, Rasul menganjurkan para sahabat untuk hijrah ke Habsyah menyelamatkan agama mereka. Akan tetapi, sebagian besar sahabat tetap bertahan di Mekah. Sekalipun begitu, mereka tidak pernah berhenti berdakwah, tidak berkompromi atau tawar menawar, dan tidak pernah berpaling sedikitpun dari berdakwah. Tatkala masyarakat Makkah membeku (jumud) di hadapan dakwah, Rasul saw. mendatangi berbagai kabilah, menyeru mereka kepada Islam, dan meminta &lt;i style=""&gt;nushrah&lt;/i&gt; mereka hingga tersampaikanlah risalah Allah dan mereka menjadi sandaran bagi beliau untuk menolong penerapan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, Nabi saw terus mencari &lt;i&gt;nushrah&lt;/i&gt; (pertolongan). Beliau tidak menemukan sesuatu kecuali penolakan bahkan penolakan yang buruk. Banyak pembesar kabilah-kabilah menolak tawaran beliau hingga Allah swt. mendatangkan kepada beliau masyarakat Madinah dengan masuk Islamnya sebagian besar dari mereka; mereka tidak memerangi dakwah sebagaimana yang terjadi di Makkah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di antara mereka yang masuk Islam adalah para pembesar dan para pemimpin kabilah. Lalu, Nabi saw. meminta &lt;i&gt;nushrah&lt;/i&gt; mereka untuk mendirikan negara Islam di Madinah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tatkala mereka setuju, mereka membaiat Nabi saw. dalam Baiat ‘Aqabah II (Baiat Perang), baiat pendirian negara Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian beliau hijrah ke Madinah. Sejak kedatangan beliau di Madinah, berdirilah daulah Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada akhirnya, Rasulullah saw. langsung menerapkan Islam, mengokohkan tiang-tiang negara Islam, serta memulai aktivitas jihad untuk meninggikan kalimat Allah dan untuk mengemban dakwah ke seluruh umat manusia. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-594827770822494799?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/594827770822494799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=594827770822494799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/594827770822494799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/594827770822494799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/10/tujuan-hidup-muslim.html' title='Tujuan Hidup Muslim'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPU6O3osaaI/AAAAAAAAABg/P69MH9m4eos/s72-c/77114.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6811882221133877896.post-156092230603784782</id><published>2008-06-03T16:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T21:54:50.344-07:00</updated><title type='text'>spirit poetry</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVoQgC6tiI/AAAAAAAAACg/lKr_KB9Z43Q/s1600-h/11punya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVoQgC6tiI/AAAAAAAAACg/lKr_KB9Z43Q/s320/11punya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257222772714288674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai para pengemban misi suci&lt;br /&gt;para khalifah di bumi&lt;br /&gt;amanah tlah dibagi rapi&lt;br /&gt;tunggu apa lagi&lt;br /&gt;jangan menunggu besok pag&lt;br /&gt;isegera ambil posisi kokohkan ambisi&lt;br /&gt;improvisasi tiada henti&lt;br /&gt;semangat berapi- api&lt;br /&gt;tulus, meski tanpa komisi&lt;br /&gt;hanya tuk raih ridlo ilahi&lt;br /&gt;tahan banting tanpa anarki&lt;br /&gt;berjuang sampai matitak hanya sekedar ilusi&lt;br /&gt;atau sebatas utopi&lt;br /&gt;bukan hanya mencari sensasi&lt;br /&gt;atau asal unjuk gigi&lt;br /&gt;tetapi hanya demi&lt;br /&gt;menjadi penerus para nabi&lt;br /&gt;berdakwah islam ideologi&lt;br /&gt;berlandaskan aqidah islam murni&lt;br /&gt;alquran sebagai pedoman suci&lt;br /&gt;dengan sebuah formulasi&lt;br /&gt;seindah warna pelangi&lt;br /&gt;bergabung dalam badan koordinasi&lt;br /&gt;dari kampus menuju top world university&lt;br /&gt;do'a umi dan abi selalu menyertai&lt;br /&gt;didukung para da'i&lt;br /&gt;tak lupa restu pak kyai&lt;br /&gt;hari demi hari&lt;br /&gt;selalu tingkatkan valensi&lt;br /&gt;niat ikhlas selalu terpatri&lt;br /&gt;berdakwah setulus hati&lt;br /&gt;bermodal jiwa pemberani&lt;br /&gt;hilangkan sifat iri dan dengki&lt;br /&gt;jangan sampai sombong diri&lt;br /&gt;merasa paling tinggi&lt;br /&gt;satu hal dalam berorganisasi&lt;br /&gt;jangan lupa evaluasi&lt;br /&gt;kita semua disini&lt;br /&gt;mengasah skill dan potensi&lt;br /&gt;mengejar predikat sarjana pejuang sejati&lt;br /&gt;mewujudkan sebuah janji&lt;br /&gt;dengan keyakinan yang pasti&lt;br /&gt;terbitnya fajar mentari&lt;br /&gt;sebagai suatu arti&lt;br /&gt;bisharoh Allah segera terealisasi&lt;br /&gt;tinggal sebentar lagi&lt;br /&gt;tinggal menghitung jari&lt;br /&gt;secepat kilat kita beraksi&lt;br /&gt;setajam silet kita kupasi&lt;br /&gt;sehebat salman alfarisi&lt;br /&gt;tuk menggapai kehidupan madani&lt;br /&gt;tuk meraih kemenangan hakiki&lt;br /&gt;didalam satu naungan institusi&lt;br /&gt;SYARIAH sebagai solusi&lt;br /&gt;KHILAFAH sebagai pengendali&lt;br /&gt;listi'nafil khayatil islam wa li i'lai kalimatullahi fil ardlitakbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrrrrrrrrrr...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardiyan Muhammad)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6811882221133877896-156092230603784782?l=moslemspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemspirit.blogspot.com/feeds/156092230603784782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6811882221133877896&amp;postID=156092230603784782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/156092230603784782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6811882221133877896/posts/default/156092230603784782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemspirit.blogspot.com/2008/06/spirit-poetry.html' title='spirit poetry'/><author><name>Ardiyan Muhammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239545639930800829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SW1CZRrRedI/AAAAAAAAAKM/5_o00UVNxVM/S220/haidar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WOH5baDbqfs/SPVoQgC6tiI/AAAAAAAAACg/lKr_KB9Z43Q/s72-c/11punya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
